BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!

Jika ada pelanggaran Aturan Pakai, klik di "Laporkan" pada pesan tsb.



Terimakasih atas dukungan Anda pada BoyzForum! Dengan berat hati, situs ini akan dinonaktifkan pada tanggal 15 Desember 2020.

Admin menerima tawaran pembelian domain dan lisensi software forum ini. Silahkan email ke [email protected] .

Untuk ke depannya, BoyzForum bekerjasama dengan Queer Indonesia Archives (QIA) untuk penyimpanan arsip konten forum sejak tahun 2003 sampai 2020. Bacalah lebih rinci di bagian "Apa Itu BoyzForum".
Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

Mas Bowo...

nyo99nyo99 ✭ Bronze

Mas Bowo

Begitulah panggilanku untuk dia. Orangny tinggi mgkn 170an, tidak terlalu gemuk, kulit coklat khas orang jawa tengah. Tegas dalam berkata-kata namun suka humor

Awal pertemuan kami terjadi di tahun 2010, saat aku bekerja di Jogja. Kami bertemu saat menjadi relawan bencana gunung Merapi. Aku relawan dari kantor, dia dari komunitasny di Surabaya. 

Kami berkenalan saat beristirahat, melepas lelah sehabis kerja malam. Mudah bagi kami untuk cepat akrab karena sama2 berasal dari Surabaya (meskipun dia hanya pendatang di Surabaya).

Tapi saat itu memang tidak sampai berkomunikasi lebih jauh. Hanya sebatas di pengungsian, kemudian bubar masing2.

Tahun 2012 awal, saya berkesempatan untuk berjalan-jalan ke Semarang bersama teman2. Menikmati bangunan2 lama di kota lama adalah kesukaanku. Berimajinasi, membayangkan kala aku hidup dijaman itu.

Saat sedang asyik memandang dan mengabadikan bangunan2 itu, ada orang yang menyapaku dari belakang, "Mas Andi yaa?" Aku kaget, "Lho..mas Bowo?"

Waduh, ga disangka bisa bertemu dia lagi. Senang sekali hatiku. Kamipun saling ngobrol banyak hal, tak lupa saling memperkenalkan ke teman2 kami.

Rupanya dia sudah 2 hari di Semarang dan hari itu waktunya kembali ke Surabaya. Supaya bisa berkomunikasi lagi, kamipun saling bertukar no telp.

Mulai hari itu, kami selalu berkomunikasi secara chatting atau telepon. Bicara mulai hal umum sampai hal pribadi. Meski usia kami terpaut 8 Tahun (dia lebih tua), namun dia tidak mendominasi pembicaraan. Itu yang membuatku betah berbicara lama dengannya.

Semakin akrab semakin akrab, diapun berani bercerita soal kehidupan asmaranya. Di usia yang seharusnya sudah menikah, dia masih belum menikah. Aku penasaran, apa belum dapet wanita yang pas?

Bukan itu. Dia ternyata pecinta sesama. Ooo...

Ga papa, toh dia tidak mengganggu, pikirku.

Namun lama kelamaan aku makin merasa nyaman dengan pertemanan kami. Apalagi pertemuan pun suka kami lakukan, ntah dia ke Jogja atau aq ke Surabaya.

Memang ada sesuatu yang tidak biasa dia lakukan. Saat jalan2 bersama, tak jarang dia melingkarkan tangannya di pundak atau pinggangku (tempat sepi lho). Aku pikir, mgkn karena dia lebih tua, aku dianggap adik. Jadi aku sih nyaman.

Akhirny aku menemukan jawabannya. Dia menyukaiku!

Kok tau? Ya taulah, soalny dia 'nembak'.

Kaget? Pastilah. Bingung juga, aku ditembak lelaki hehee...

Dia tau klo aku bingung, tidak percaya apa yang terjadi. Jadi diapun tidak memaksa aku untuk menerima. Menolakpun tidak apa2, yang penting dia sudah mengungkapkan isi hatinya.

Perlu waktu beberapa hari buat aku untuk mikirkan maksud hatinya. Sudah tentu, klo aku menerimany, maka ini hal yg aneh dalam hidup. Aku berpacaran dengan pria. Wooww...

Namun aku merasa nyaman, bahkan setelah pertemuan terakhir kami. Aku selalu senang kala mendengar suaranya di telepon atau hanya chatting.

Akhirnya aku membuat keputusan, aku terima. Kami pacaran!

Ok, pacaran, LDR..seperti pasangan pada umumny, mulai ada kegiatan tambahan yang kami lakukan saat bertemu. Berciuman. Aneh sih, tapi lama2 enak hahaa...

2012, dia meminta supaya aku balik ke Surabaya. Dia pun mau membantu mencarikan kerja di sana. Ok, pertengahan Maret, balik Surabaya. Bekerja di salah satu bank swasta

Kamipun akhirnya membuat suatu keputusan yang nekat. Menikah. Meski hanya tukar cincin dan janji layakny orang menikah (tanpa saksi tentunya, hanya kami berdua), hal itu sudah cukup buat kami hehee...

Singkat cerita, kami hidup bersama di kos2an. Cukup pintar juga dalam menutupi hubungan kami dari teman2 kos, keluarga dan orang lain. Kami tau, jangan mengumbar kemesraan di tempat umum. Haram hukumnya.

Banyak hal yang kami lakukan setelah menikah, seperti Penetrasi (yang mana belum pernah kami lakukan saat pacaran, sesuai komitmen kami)

Sebagai cowok straight, sulit bagiku membayangkan akan menyerahkan keperawananku kepada seorang lelaki. Namun, karena cinta dan komitmenku maka aku harus lakukan. 

Pemanasan, lancar. Aku suka, aku nafsu. Saat pemanasan di anus, emang butuh waktu lama untk membuat aku tenang, menikmati setiap sentuhan yang suamiku lakukan.

Hingga akhirnya...(mas, pelan2 yaa..masih perawan. Iya sayang, tahan yaa..)

Ciuman lalu hhmmrrggghhh...sakit mas

Penis masuk, dia diam sejenak membiarkan aku menarik nafas sambil merasakan penisnya di anusku.

Mas Bowo terus membuat aq rileks, sebelum melanjutkan goyangan penis di anusku. Pelan tapi pasti, aku bisa merasakan nikmatnya goyangan 'suamiku'.

Aku tidak bisa menulis semua pengalaman kami, karena panjang sekali pastinya. Layaknya kehidupan suami istri ada umum, pasti adakalany kami berbeda pendapat. Marahan, bertengkar, baikan semua kami jalani

Hingga tidak terasa sudah 5 tahun kami menjalani 'pernikahan' kami. Anus mulai bisa menerima dengan 'lebih lancar' penis mas Bowo..hahaa...

Kadang kala, dada ini dibuat merah oleh ciumannya. Asal jangan leher aja hehee..

Puting, ah uda ga kehitung digigit/hisap sampai sakit.

Soal gaya, ya gitu2 ajalah. Hal2 yang terlihat jorokpun pernah kami lakukan, seperti ketika mas Bowo menjilati anusku, ato crot dimuka, dalam mulut (ditelan) ato dibadan. Memang seringnya ya dikeluarkan di dalam anus.

Liburan bersama selalu kami lakukan, seringnya sih daerah pegunungan. Enak, sejuk dan tenang..menikmati waktu sambil membicarakan rencana2 kami kedepannya (rencana resign, membuka usaha kuliner bersama).

Namun, rencana tinggal rencana. Kehidupanku berubah 180° di tgl 22 Maret 2018.

Saat itu, mas Bowo pamit untuk melakukan perjalanan dinas ke Bali. Sehari sebelum pergi, dia titip pesan ini itu. Bahkan dia sempat bilang, kalau aku harus menjalani kehidupan normal. Menikah dengan seorang wanita.

Tentu hal ini terasa aneh, bahkan aku berpikir kalau dia sudah bosan denganku. Dia mau mencampakkanku. Tentu aku sempat marah dan bertanya apa maksudnya.

Namun dia menenangkanku dan berkata bahwa dia tidak ada maksud menceraikan aku. Dia tidak mau berpisah denganku.

Rupanya, itu seperti firasat buat dia. Tgl 24 Maret, 2 hari setelah dia pergi, aku dihubungi temannya yang menceritakan kalo mas Bowo meninggal. Dia mengalami kecelakaan kerja.

Apaa??? Suamiku meninggal?? 

Jujur, aku kaget, bingung, tidak percaya apa yang aku dengar.

Aku ijin ke kantor, dengan alasan ada anggota keluarga meninggal. Menyusul ke Bali, dan benar...aku melihat mas Bowo terbujur kaku di RS.

Aku menangis, tidak percaya hal ini terjadi. Teman2nya sih berpikir bahwa aku sedih karena kehilangan teman kos yang sudab bertahun2 tinggal bersama.

Bukan, aku kehilangan belahan hatiku. Orang yang sudah mengisi hari2ku, kepada dia cintaku kuberikan.

Hatiku hancur, hanya bisa menangis.

Aku tidak bisa menerima hal ini, tetapi aku harus terima. Aku harus kuat, karena mas Bowo pasti mau aku kuat.

3 minggu setelahnya, keluarganya datang untuk mengambil barang2 mas Bowo. Aku sudah siapkan, kami sudah janjian sebelumnya

Tentu, ada barang2nya yang sengaja aku simpan termasuk barang pribadinya. Aku simpan, aku gunakan supaya aku merasa mas Bowo ada didekatku

Sekarang, aku sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita (sesuai amanat mas Bowo) dan rencananya akhir tahun ini kami akan menikah.

Terima kasih mas Bowo, aku tidak menyesal dengan hubungan yang pernah kita jalani

Aku tidak menyesal sudah menyerahkan keperawananku untukmu. Kamu selalu dihatiku

Komentar

Sign In or Register to comment.