BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!




Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

Semua Tentang Kita

179111213

Komentar

  • lulu_75lulu_75 ✭✭✭✭✭ Diamond
    jadi penasaran ...
  • awi_12345awi_12345 ✭ Bronze
    Dasar siardit..
  • Aurora_69Aurora_69 ✭✭✭✭✭ Diamond
    Eww... Kencing d dpn orang.
  • Makasih buat yang udah comment
    @lulu_75 @awi_12345 @Aurora_69
    Semoga selalu penasaran dengan kisah selanjutnya...
    Jangan lupa like. ..
  • Aurora_69Aurora_69 ✭✭✭✭✭ Diamond
    Panjangin dikit dong broo, kebanyakan dari kita kn suka yg panjang2 bro. Wkwk
  • Iaa, i.allah untuk kedepan nya akan ngepost yang panjang2.
    Tapi yang ngelike nya masih dikit...
    Hehehe
  • Aurora_69Aurora_69 ✭✭✭✭✭ Diamond
    Bf lagi sepi sekarang, makanya yg ngelike dikit. 4 like udah syukur2 loh bro.
  • Om yudis di post panjangan dikit dong biae makin ga penasaran alias kentang bacanya. Hehehe
  • Bantu share yaa,, biar semangats aku nulisnya...
    Makasih bagi yang udah like
  • Horay.... Akhirnya ada lagi cerita yg gw suka bangetttttt.... Keep writing ya.... Smoga crita ini gak jadi bangkai sprti cerita bagus lainnya
  • Aku berjalan meniju perkemahan kembali,di tengah perjalanan ada seseorang yang membekapku dari belakang, aku kaget dan reflek menggigit tangan yang membekapku itu dan orang itu melepaskan bekapannya. Aku berbalik dan melihat Arsya sedang memegang tangannya yang kesakitan.
    “Kamu gak apa-apa?” tanyaku mendekatinya.
    “Kamu kenapa gigit aku sih, Al?” ucapnya
    “Lagian siapa suruh kamu nakut-nakutin aku kayak gitu”
    “Ya, aku kan Cuma bercanda, Al”
    “Iya, deh. Maafin aku” ucapku memasang muka bersalah. Selanjutnya kita berdua berjalan menuju perkemahan.
    Di tempat perkemahan aku menemui Kak Erwan berniat ingin mengajak dia tidur karena sungguh aku takut kalau tidur sendiri. Disampingku masih ada Arsya yang dari tadi berjalan bersamaku.
    “Kak Erwan?” Seruku ke Kak Erwan saat aku berada di belakangnya.Kak Erwanpun berbalik dan tersenyum melihatku.
    “Iya, Al?”
    “Kak Erwan kapan tidur? Aku udah ngantuk”
    “Aku masih harus nyiapin buat persiapan api unggun buat nanti, kamu tidur duluan aja, gak apa-apa”.
    Aku masih terdiam di tempatku berfikir apa aku akan berani untuk tidur sendiri. Mending aku tidur ditenda kelompokku karena disana banyak orang.seperti mengetahui apa yang aku fikirkan, Kak Erwan tersenyum dan menatap Arsya.
    “Arsya, kamu bisa temanin si Al? Mungkin dia takut kalau tidur sendiri” Ucap Kak Erwan ke Arsya yang di balas dengan anggukannya. “Sekarang kamu bisa tidur tenang, karena Arsya pasti jaga kamu”.
    Aku dan Arsya bejalan menuju tenda yang seharusnya tempat Kak Erwan beristirahat, Namun karena Kak Erwan yang minta agar aku tidur di tendanya, jadi deh malam pertama aku akan tidur di tendanya dengan ditemani Arsya.
    Kadang aku merasa kalau Kak Erwan terlalu baik sama aku, dia terlalu memperlakukanku istimewa, sehingga aku jadi tak sungkan untuk meminta bantuan padanya. Terkadang siswa lain malah takut sama Kak Erwan, mungkin lebih ke canggung,karena sebagai ketua osis juga pengurus pramuka, Kak Erwan termasuk sosok yang bijaksana, tegas juga tak menerima toleransi tanpa hukuman. Dia juga termasuk orang yang otoriter, tapi yang aku rasa, Kak Erwan adalah sosok yang baik, perhatian, rela berkorban, setia dan lain sebagainya. Sosok Kak Erwan sudah melekat dalam diriku menjadi seorang Kakak yang senantiasa membantuku kapanpun aku membutuhkannya.
    Arsya sendiri menurut aku orangnya baik, pake banget malah. Masih ingat kejadian hidungku kena bola, dan Arsya pergi buru-buru? Ternyata kata Dadan Arsya itu menemui Erik dan membalas kelakuan Erik sama aku, Arsya menendang bola ke muka Erik meski tak sampai berdarah. Kata Dadan tadinya si Arsya mau nonjok Erik, tapi Dadan mencegahnya karena Arsya pasti akan bermasalah sama guru BK. Sebenarnya tak ada satupun siswa se angkatanku yang berani sama Arsya, selain Arsya itu jago olahraga dia juga jago bela diri. Tapi Arsya orangnya gak suka cari masalah sama orang, dia lebih suka stay cool. Namun terkadang dia suka kepedean terutama di depanku, dia selalu menunjukan bahwa dia lebih bisa dibanding aku, meski dalam beberapa hal aku lebih unggul dari dia terutama di mata pelajaran. Tapi apapun itu, Arsya tetap menjadi sosok yang aku kagumi sebagai apapun dia.
  • “Al, ko kamu melamun?” Tanya Arsya saat melihatku terdiam setelah sekian lama masuk di tenda dan malah duduk diam menatap kedepan. Aku yang sedang melihat kedepanpun melirik kearahnya, dia tengah berbaring hendak tidur.
    “Gak, apa-apa ko, Sya” jawabku sambil tersenyum. Aku membaringkan badanku disebelah Arsya. Aku menjadikan tanganku sebagai bantalan kepala, berbaring menyamping kearah Arsya. Dia menolehkan kepalanya menghadapku dan tesenyum.
    Cukup lama kita saling bertatapan, aku menatap wajah tampannya, sejenak aku berpikir saat pertama kali aku melihatnya betapa kagumnya aku sama sosok Arsya, setiap melihat senyumannya membuat detak jantungku berdegup kencang. Tapi kali ini hatiku telah berkhianat, jujur saja selama aku menjauhi Kak Ardit, aku malah jadi sering memikirkan dia, mulai dari tingkah lakunya, penampilannya, omongannya juga tatapannya yang terkadang terdapat suatu yang disembunyikan dibalik mata tajamnya itu. Jantungku yang dulu sering meloncat bila dekat si Arsya, sekarang beralih sama Kak Ardit. Semakin aku berusaha membenci Kak Ardit, semakin pula aku memikirkan semua tentang dia.
    Aku memejamkan mataku mencoba memasuki alam bawah sadarku hingga aku terlelap dalam kediaman berdua bersama sang bintang sekolah tahun ini.
  • PART 4. Kamu, dia dan dirinya
    Perkemahan kemarin membuat seluruh tubuhku terasa remuk, bayangkan saja aku tidur hanya beralaskan tikar plastik, kegiatan yang tiada hentinya mulai dari permainan-permainan yang menguras tenaga sampai ada kegiatan hiking yang mengharuskan kita semua berjalan ke beberapa posko dan masih diberi tantangan pula. Belum lagi makanan yang di buatkan panitia yang rasanya hambar, toilet yang jauh bahkan lebih tepatnya selokan besar, nyamuk dimana-mana meski siang hari dan masih banyak lagi keluahan-keluhanku saat perkemahan kemarin. Alhasil hari ini aku kesiangan bangun dan kena marah sama Nenekku karena ketinggalan sholat subuh. Kemarin aku sampai rumah sore hari, aku lagsung membersihkan diri. Selepas shalat isya tidur, dan bangun-bangun sudah pukul 11 siang. Untung ini hari dispensasi, jadi sekolah diliburkan.
    Aku duduk di teras rumahku sambil memainkan game di hapeku. Di rumah aku tinggal dengan Nenek, Kakek juga Bibiku anak bungsu dari nenekku. Ibu sama ayahku tinggal di rumah mereka yang letaknya cukup jauh dari tempat tinggalku, aku tinggal dirumah nenekku karena dia memintaku untuk menemani mereka.
    “Al, seru gak kemarin?” Tanya bibiku yang sudah duduk manis di sampingku. Bibi ku berusia 3 tahun di atasku, dia juga masih sekolah dan sekolahannya gak jauh dari sekolahku bahkan sangat dekat. Dia SMA kelas 1 dan sekolahnya tepat di depan sekolahanku.
    “Biasa aja, Bi” jawabku yang masih serius memainkan game.
    “Masa sih? Katanya ada yang kesurupan?”
    “Bibi tahu dari siapa?”
    “Kan bibi kenal deket sama Pak Adi, dia yang ngasih tahu bibi”
    “Kok bibi kenal sama Pak Adi?”
    “Al, bibi kan dulu sekolah disana juga, otomatis bibi kenal dan punya kontak semua guru yang kece” Ucapnya sambil cengengesan, aku mendengus kesal karena si bibi mengalihkan konsentrasiku dan alhasil aku gameover. Aku menoleh kearahnya dengan tatapan kesal. Dia hanya tersenyum bersalah. “Jadi bener gak ada yang kesurupan?”.
    “Iya”
    “Gimana ceritanya?”
    #flashback on
    Waktu untuk tidur telah selesai, semua siswa dibangunkan dan disuruh berkumpul dan berbaris di depan tenda masing-masing. Sebelumnya kami disuruh membawa dasi pramuka dan kemudian mengikatnya menutupi mata sehingga kami tak bisa melihat apa-apa. Aktivitasnya hampir sama dengan pas saat malam MOS dulu, namun karena ada sesuatu terjadi denganku, aku tak tahu apa yang selanjutnya terjadi waktu itu.
    Tak lama ada seseorang yang menarikku menyuruhku untuk mengikutinya, aku melangkahkan kakiku mengikuti arahannya, aku tak tahu kemana orang ini akan membawaku, aku fikir semua peserta juga diperlakukan kaya gini. Saat dalam perlajanan orang yang membawaku selalu memberi aba-aba seperti awas ada lubang, awas ada genangan air dan sebagainya namun aku dengan bodohnya mengikuti instruksinya dan melompat, padahal saat itu sedang musim kemarau, mana mungkin ada genangan air. Bodohnya aku...
179111213
Sign In or Register to comment.