BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!

Jika ada pelanggaran Aturan Pakai, klik di "Laporkan" pada pesan tsb.



Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

B-Code

Act 1 : Awal Mula

Siang hari ini cerah seperti hari - hari lainnya. Cahaya matahari masuk diantara celah-celah rindangnya pohon di taman ini. Suasana seperti ini cocok sekali jika dipakai untuk tidur siang, Seperti apa yang kulakukan sekarang.

Selagi menunggu jam kuliah kusempatkan diriku untuk tertidur sebentar. Kantuk yang tidak kunjung hilang sejak didera tugas terus menerus membuatku harus pintar - pintar membagi waktu untuk hal - hal seperti ini. Karena rasanya aku bisa pingsan jika tidak tidur lagi untuk sehari kedepan.

LINE!!

Suara notif line masuk membuatku kembali membukakan mata dan mencoba melihat chat siapa yang masuk. kulihat ternyata di grup sedang sibuk membahas kejadian aneh yang terjadi beberapa hari belakang.

Akupun bangun dan mulai mengetik beberapa kata, menanggapi topik yang sedang teman - temanku ini bahas.

''Gue dapet info ini dari sumber yang dapat dipercaya..dan katanya sekarang sudah masuk tahap uji coba,"<Farhan>

"Mungkin hal ini ada kaitannya dengan insiden yang terjadi akhir - akhir ini."<Farhan>

Oh iya setahuku Farhan ini bekerja sebagai agen di pemerintahan, sehingga bukanlah hal aneh jika informasi yang berkaitan dengan pemerintahan ia ketahui.

"Tapi bagaimana mungkin hal tersebut terjadi..setahuku media memberitakan jika insiden tersebut tidak ada hubungannya dengan BF Group."<Sastro>

[ BF Group atau Bio Farma Group adalah perusahan yang bergerak dibidang farmacy dan Bio-technology. Berada dihampir seluruh Kota besar di Indonesia. ]

"Kurasa karena BF Group bukanlah perusahaan biasa, jadi bukan hal aneh jika media mencoba menutup - nutupi kasus tersebut." <Farhan>

"Bagaimanapun juga..lebih aneh lagi karena pemerintah tidak melakukan apa - apa mengenai hal ini."<Josh>

Balas Josh menimpali

"Aku rasa bukan hal aneh jika pemerintah pun bisa dimanipulasi oleh perusahan yang memiliki pengaruh besar seperti itu."<Dicky>

Dan setelahnya, beberapa teman - temanku di grup terus membahas hal tersebut. kupikir akupun setuju dengan pendapat teman - temanku. Bagaimanapun suatu rahasia dijaga suatu hari akan terbongkar juga.

Setelah kurasa tidur siangku cukup memberikan beberapa 'energi kehidupan', kuputuskan untuk membereskan barang - barangku dan bersiap - siap masuk kelas selanjutnya, kantuk yang aku rasakan sudah hilang.

Aku biasanya tidak terlalu ambil pusing soal insiden yang terjadi disekitar karena seperti hal - hal lainnya yang biasa terjadi, biasanya berita tentang suatu kejadian akan ramai ketika saat itu saja seiring berjalan nya waktu akan kembali seperti biasa seolah tidak terjadi apa apa.

Pembunuhan, penculikan, pemerkosaan adalah beberapa peristiwa yang sering terjadi disekitar, akan tetapi seiring berjalannya waktu orang - orang akan secara perlahan melupakan hal tersebut. Faktanya manusia cenderung melupakan hal - hal yang tidak berkaitan dengan dirinya, tidak peduli apa itu rasa simpati atau empati. Pada akhirnya semua akan dilupakan oleh waktu.

Meskipun ada sebagian orang yang tidak dapat melupakan dengan mudah, Namun lebih banyak lagi orang yang dengan mudahnya melupakan.

Seperti..

"Sial..apa yang sebenarnya kupikirkan," gumamku ketika sekelebat ingatan terlitas dipikiranku.

"Si idiot itu pasti akan mentertawakanku jika dia tahu apa yang sedang kipikirkan sekarang."

Aku berdiri dan berjalan meninggalkan Gazebo.

Sebelum masuk kelas kusempatkan membaca sebuah notif yang masuk lagi dan ketika aku membacanya, Farhan menuliskan sesuatu yg membuatku diam sesaat, tak mengerti.

"KITA SEMUA HARUS LARI!!!"<Farhan>

***

Aku terbangun ketika terdengar suara berisik disekitarku. Sedikit kubuka mata dan kulihat ruangan kelas sudah kosong. Terakhir yang kuingat aku sedang memperhatikan Pak Kemal menjelaskan materi mengenai Fraktur hingga tiba - tiba saja kantukku melanda dan setelah aku menyandarkan kepalaku diatas meja akupun tertidur, tidak ingat lagi apa yang terjadi setelahnya.

"Apa ini..tidak ada yang membangunkanku sama sekali?!" kataku tidak percaya

segera aku sadar jika hanya tinggal aku saja di kelas ini sekarang..mereka meninggalkanku sendiri. bahkan pak kemal yang seharusnya selalu marah ketika ada murid yg tertidur dikelasnya pun tidak membangunkannya.

"Sial, mereka datang seperti antre beras ketika butuh denganku tapi sekarang.." aku mengomel
sambil membereskan barang - barangku. kesal dengan sikap teman - temanku. sunguh tidak setia kawan. awas saja jika mereka datang kepadaku dengan wajah memelas akan kucincang mereka satu persatu.

aku terus mengomel sapampai kulihat sebuah benda terselip dibawah meja.

'Hm?? apa ini? sebuah kunci?"

Aku tidak tahu kunci apa ini dan milik siapa.

'Apakah seseorang menjatuhkannya?' batinku.

Akupun keluar kelas dan kulihat diluar sudah dalam keadaan gelap.

"mereka benar - benar teman sejati.." omel ku. Bagaimana mungkin mereka bisa meninggalkanku begitu saja, oke aku tahu jika memang aku itu suka tidur dan teman - temanku itu sudah maklum akan kebiasaanku ini. Tapi jika akhirnya seperti ini..(-__-). yaampun bahkan untuk turun menuju lantai bawah saja aku sudah membuatku merinding.

aku berjalan menyusuri lorong kampus tanpa berfikir macam - macam..akan tetapi sekelebat fikiran tiba - tiba saja muncul di otakku

'anehnya kok lorongnya gelap - gelapan gini..apa pak sur lupa nyalain?'

pak sur adalah satpam yang bertugas mengurus lingkungan kampus. tapi ngak mungkin juga sampe lupa sih. biasanya beliau menyalakan lampu dari pukul 5 sore, sekarang sudah pukul 9.30 jadi tidak mungkin beliau sampe lupa setelat ini.

'atau lagi pemadaman listrik gitu ya?'


seingatku seminggu sebelumnya sudah ada pemberitahuan pemadaman listrik secara berkala dikota ku. mungkin hari ini kebagian kampusku, ya bisa jadi.

Akupun terus berjalan dan menyalakan ponselku, meng-aktifkan mode senter.

Tidak ada suara apapun. Hanya suara nafasku yang terdengar dan sungguh aku membenci hal itu. Ketika sunyi seperti ini semua suara kecil sekalipun akan terdengar, termasuk ketika telingaku menangkap sebuah suara aneh saat aku hendak turun kelantai bawah.

Sebenarnya aku bisa menggunakan lift daripada menggunakan tangga yang tentu saja akan menguras tenaga dan waktu untuk turun dari lantai 5 menuju basement. Hanya saja aku merasa jika aku harus melewati jalan ini. Ada suatu perasaan yang menuntunku untuk melihat apa yg terjadi dibawah.

aku berjalanperlahan menuruni tangga, sebisa mungkin tidak menimbulkan suara.

DEG DEG DEG

entah kenapa detak jantungku mulai berdetak kencang, perasaan ini..aku tidak menyukainya.

aku sampai di tengah tangga dan mulai menuruninya, ketika aku sampai setengah anak tangga dan menengok apa yang terjadi dibawah..hal yang tidak pernah aku bayangkan terjadi.

aku melihat jika temanku yang kutahu bernama Gani tergeletak dibawah dalam kondisi sangat mengenaskan..darah berceceran dimana mana dan semua isi perutnya keluar. lebih mengerikannya lagi adalah kulihat seorang pria yang entah kenapa terlihat dalam kondisi buruk juga, berjalan perlahan - lahan mendekati tubuh Gani dan mulai memakan isi perutnya tanpa rasa jijik sedikitpun.

Tiba - tiba saja rasa mual mulai kurasakan. akupun mundur secara perlahan, Sebisa mungkin aku melangkah tanpa menimbulkan suara karena aku yakin ... aku akan bernasib sama seperti Gani jika makhluk tersebut melihatku.

Tapi..

Trang!! Trang!! Trang!!

Tanpa sengaja kusenggol sebuah kaleng minuman kosong yang langsung jatuh kebawah tangga. Dan dapat kurasakan jika makhluk tersebut menyadari keberadaanku. Segera setelah itu aku berlari tanpa menengok kebelakang sedikitpun, karena aku yakin makhluk tersebut sedang mengincarku sekarang.

Makhluk itu berjalan terseok-seok menaiki anak tangga. noda darah tercetak disetiap langkah kaki yang ia ambil. mata merah menyala dan luka mengaga dipipi pucatnya sehingga memperlihatkan rongga gigi bagian dalam, seolah menambah kesan mengerikan darinya. dengan luka-luka seperti itu seharusnya makhuk tersebut tidak bisa berjalan..tidak, bahkan untuk bergerakpun seharusnya sulit, dengan darah yang terus mengalir seperti itu sudah pasti ia akan kehilangan banyak darah dan mati. tapi bagaimana mungkin makhluk tersebut masih hidup?

Derap langkah kakiku dan kaki mahkluk tersebut berpacu. Aku berlari tanpa tentu arah tak tahu harus kemana,

Rarrghh!! arrghh!

mahkluk tersebut mengeluarkan suara erangan aneh, seperti seekor binatang lapar yang melihat mangsanya.

'Tuhan tolong aku!!'

Aku takut, apa yang harus aku lakukan? kemana aku harus pergi? kulihat sebuah lift tepat berada didepanku. segera kutekan tombol lift ketika aku sudah berada didepannya,

'Kumohon cepat terbuka!' batinku memohon.

kutekan terus tombol lift agar cepat terbuka. Namun nihil ... aku seolah dikejar waktu. Mahluk tersebut semakin mendekat, mulutnya mengeluarkan darah yang menetes ke lantai, Membuatku semakin ngeri melihatnya.

Keringatku semakin banyak dan degub jantungku semakin berdebar ketika pintu lift tak kunjung terbuka. ketika makhluk tersebut semakin mendekat,

TING!

Suara pintu lift terbuka seolah seperti malaikat penolong bagiku. Tanpa basi - basi aku langsung masuk kedalam dan segera menutup pintu lift. Tepat ketika mahkluk tersebut siap menerjangku, pintu liftpun tertutup. kutekan lantai Basement dan lift pun perlahan mulai turun.

Aku menyandarkan punggungku kebelakang, terduduk dibawah. Seolah kedua lututku kehilangan tenaga. tubuhku bergetar, tanpa kusadari air mataku keluar. setetes demi setetes, berapa kalipun kuseka tidak juga kunjung berhenti.

"Ma-makhluk apa..itu sebenarnya," tanyaku

"..apa..yang sebenarnya terjadi.."

Akupun tidak bisa menahannya lagi, kututupi wajahku dengan kedua tanganku dan mulai menangis. Hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, Berada dalam situasi seperti ini. Rasa takut dan ketidaktahuanku akan apa yang sebenarnya terjadi semakin menambah sesak di dada.

"apa..yang harus kulakukan.." isak ku

Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Pikiranku tidak bisa berfikir jernih. Aku ingin semua ini cepat berakhir.

Akan tetapi Ketika kupikir aku sudah melewati semuanya. Dan berharap jika semua hal gila selesai disini,

TING!

Suara pintu lift pun terbuka dan bukanlah langit cerah atau pemandangan indah yang menyambutku. Nanum..mimpi buruk..sebuah mimpi buruk yang lebih buruk dari yang pernah kubayangkan..

Komentar

Sign In or Register to comment.