BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!

Jika ada pelanggaran Aturan Pakai, klik di "Laporkan" pada pesan tsb.



Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

Semua Tentang Kita

1568101117

Komentar

  • kok bisa tersesat
  • lulu_75lulu_75 ✭✭✭✭✭ Diamond
    jadi rebutan nih ... nah lo ...
  • Si Al orangnya pelupa, kalau dia lagi kesel, dia bisa pergi kemanapun kakinya melangkah tanpa memikirkan kemana tujuannya...
    Sifat nya sama kaya author nya.. Hehehe

    @gelandangan
  • Aurora_69Aurora_69 ✭✭✭✭✭ Diamond
  • Lanjut. Mudah2an al ngga dimakan sama makhluk astral
  • yaudah Yudhistira_putra
    asal jgn tersesat di boyzforum aja
    cos banyak member pemangsa lho
  • yaudah @Yudhistira_putra
    asal jgn tersesat di boyzforum aja
    cos banyak member pemangsa lho
  • @awi_12345 Al nya lagi UTS makanya post nya dikit..

    @gravitation gak bakalan, gak bakalan ada makhluk astral yang mau makan si Al hahaha

    @Aurora_69 siiaaap
  • Alhamdulillah lancar UTS nya
  • Happy Reading Mas/Mbak Broo

    Cukup lama aku diam di tempat yang sama hingga akhirnya terdengar suara orang teriak-teriak, aku mendengar mereka memanggil manggil namaku. Aku berdiri dan mencoba mencari dimana suara itu. Sekitar pukul 6 sore, akhirnya aku melihat beberapa orang membawa senter datang menghampiriku, aku mendekati mereka dan reflek memeluk salah satu dari mereka yang dari aromanya aku tahu kalau itu Kak Erwan. Aku menangis sejadi-jadinya. Kak Erwan memelukku erat dan mencoba menenangkanku. Setelah cukup tenang, aku mencoba mengendalikan diri dan melepaskan pelukanku dari Kak Erwan. Aku melihat siapa saja yang datang kesini mencariku, mereka 5 orang, diantaranya Kak Erwan, Pak Adi, Dadan, Kak Ardit, juga Arsya. Aku gak terlalu menghiraukan Kak Ardit juga Arsya, aku masih kesal sama mereka. Aku menggandeng tangan Kak Erwan, dan kita berjalan menuju ke tempat perkemahan. Di tengah lapangan semua orang berkumpul membentuk lingkaran, aku dibawa ke tenda panitia sama Kak Erwan, sedangkan Kak Ardit, Arsya sama Dadan gabung dengan yang lainnya.
    “Kamu gak apa-apa, kan?” Tanya Kak Erwan sambil membawaku duduk di tenda panitia yang cukup besar. Disana ada beberapa orang panitia juga beberapa guru. Tanpa menjawab pertanyaan Kak Erwan, aku hanya menganggukan kepala. Tak terasa perutku berbunyi pertanda kalau aku lapar. Kak Erwan mendengar suara perutku dan tersenyum melihatku lalu menarik hidungku. “Kamu lapar?” tanya dia kemudian melepaskan tangannya di hidungku.
    “Iya” Jawabku mengelus hidungku.
    “Bentar” Ucap Kak Erwan berjalan ke arah sebuah tenda yang agak kecil, lalu keluar sambil membawa mie cup. Dia menyeduh mie cup itu dan memberikannya padaku. “Nih, kamu makan ini dulu, soalnya nasinya belum matang, dari tadi siang kamu belum makan, kan?”
    “Iya, Kak. Makasih” Aku menerima mie cup itu, menunggu mie itu mengembang dan setelahnya aku makan dengan lahap. Selama makan mie itu, Kak Erwan menatapku terus, aku yang sadar akan hal itu jadi canggung. Aku berbalik membelakanginya agar dia gak tahu kalau mukaku pasti merah saat itu. Setelah mie cup yang aku makan abis, aku berbalik menatap Kak Erwan kembali, dia masih di posisi yang sama saat tadi aku membelakanginya. Dia tersenyum dan memegang pundakku.
    “Sebenarnya tadi kamu mau kemana?”
    “Entahlah, Kak. Tadi aku lagi kesal sama temen. Terus aku tadinya hanya ngehindari mereka, tapi tanpa sadar aku berjalan jauh sampai aku lupa jalan pulang”
    “Kamu ceroboh, Al. Gimana kalau aku dan yang lainnya gak nemuin kamu? Atau kamu di serang hewan buas atau...” Aku mencoba menunggu apa yang akan dikatakan Kak Erwan selanjutnya. Dia seperti sedang menakutiku, dan aku juga cukup ngeri dengan apa yang dia bilang. Kak Erwan mendekat kearahku, wajahnya semakin dekat. “Atau, kamu diperkosa sama setan yang ada di hutan ini” ucapnya sambil berbisik. Aku hanya melongo dengan ucapanya. Dia tertawa karena melihat mukaku yang pucat karena aku benar-benar takut, aku juga kesal karena Kak Erwan malah menertawakanku. Aku mencubit lengan Kak Erwan, dia hanya meringis sambil tak henti tertawa. Aku semakin kencang mencubit Kak Erwan hingga dia berkata ampun. Aku melepaskan cubitanku dan melihat sekitar tenda. Semua orang disini menatap kearah aku dan Kak Erwan. Aku hanya tersenyum malu dan hendak keluar dari tenda ini namun Kak Erwan menahan tanganku, aku berbalik kearahnya.
    “Ada apa, Kak?”
    “Nanti malam, kamu tidur bareng aku di tenda”. Ucap Kak Erwan dan aku hanya menganggukan kepala dan lekas pergi keluar tenda panitia dan bergabung dengan peserta lainnya.
1568101117
Sign In or Register to comment.