BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!

Jika ada pelanggaran Aturan Pakai, klik di "Laporkan" pada pesan tsb.



Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

Dia yang Selalu Kembali tetapi Bukan untuk Dimiliki

Pernah tidak kalian berpikir ada sebuah alasan untuk semua hal yang terjadi untuk semua orang orang yang pernah kita temui. Kenapa harus dia bukan yang lain? Adakah sesuatu yang mungkin ingin tuhan ajarkan pada kita lewat mereka?

Masing-masing dari kita pasti pernah bertemu dengan banyak tipe manusia. Ada yang akhirnya menghasilkan banyak cerita tapi ada juga yang sekadar jadi teman saling sapa lalu masing-masing lupa pernah saling mengenal. Ada yang awalnya hanya spontan bertemu, spontan menyapa malah jadi sangat dekat. Ada yang sangat kita inginkan untuk jadi teman tapi malah berakhir naas. Atau mungkin juga kalian pernah mengenal seseorang yang sekeras apapun kita mencoba menjauh dan menghilang darinya tapi pada akhirnya dia akan muncul lagi, lagi, dan lagi.

Sampai sekarang aku sering bertanya tanya kenapa aku dipertemukan dengan dia? Pertama kali aku menemukannya di Grindr. Dia masih discreet. Untuk mengorek dia kuliah di fakultas apa, pun butuh waktu. Saat itu dia jadi teman chat yang menyenangkan. Sampai akhirnya dia mulai sedikit terbuka dan kita memutuskan untuk bertemu. Well dia terlihat seperti anak baik yang baik. Masih agak polos. Usianya dua tahun lebih muda dariku. Cukup menyenangkan mengobrol dengannya walaupun saat itu aku lebih banyak diam, nervous. Ini adalah kali pertama aku bertemu dengan seseorang yang sama-sama gay.

Hubungan kami berjalan biasa seperti selayaknya teman. Kami sering banyak bertukar cerita tentang sesuatu yang tidak bisa kami bagi dengan orang lain. Semua berjalan baik baik saja sampai akhirnya aku sadar kalau aku mulai menyukainya. Dan pada akhirnya aku juga sadar kalau ternyata dia sudah jatuh hati dengan orang lain. Saat tahu hal itu entah kenapa tiba-tiba logikaku lumpuh. Rasanya sesak. Emosiku masih labil saat itu. Tanpa pikir panjang aku blok semua kontak yang terhubung dengannya. Sampai akhirnya dia sadar dan aku akhirnya jujur dengan perasaanku. Aku minta ijin padanya untuk menjauh karena itu satu-satunya caraku (yang paling efektif) untuk move on. Tapi dia tidak mau. Dia memintaku agar tetap jadi temannya. Dia memintaku agar hubungan kami tetap seperti sebelumnya.

Pada akhirnya aku ingkar. Perlahan aku mulai menjauh. Sering kali chatnya aku abaikan. Aku mulai mencari cari alasan untuk menolak saat diajak bertemu dengannya. Aku tahu dia sadar kalau aku berusaha menjauhinya tapi dia bersikap seolah tidak ada yang salah dengan kami. Sekuat apapun aku mengabaikannya aku selalu luluh saat dia datang dengan cerita sedihnya, dengan masalah-masalahnya. Aku tidak tega jika harus mengabaikannya saat kondisinya seperti itu.

Kejadian itu terulang beberapa kali sampai akhirnya aku memantapkan hati untuk menarik batas. Aku hanya mau menerima telepon dan chatnya saja. Aku menolak sepenuhnya untuk bertemu dengan dia, lagi.

Saat itu lama tidak ada kabar darinya. Sampai sore itu tiba-tiba dia chat. Dia bilang sedang sakit dan tidak ada yang bisa dimintai tolong. Saat itu aku sedang keluar kota dan lagi aku juga tidak ingin lagi bertemu dengannya. Malam harinya tiba-tiba pacarnya sms. Padahal aku sama sekali tidak pernah berhubungan dengannya apalagi saling tukar nomor telepon. Pacarnya minta aku untuk menjenguk dia. Karena aku yakin ada yang tidak beres dengan mereka maka aku omeli saja pacarnya dan akhirnya mengaku kalau mereka sedang ada masalah.

Lama setelah itu dia sudah jarang memberi kabar. Kadang masih terlintas sesekali notifikasi chat darinya tapi selalu aku abaikan atau aku balas sependek mungkin. Aku pun kadang sudah jarang memikirkan dirinya. Lagi pula aku sedang dekat dengan orang lain. Aku pikir, aku sudah benar-benar move on darinya. Tapi ternyata aku salah.

Saat itu aku sedang membereskan beberapa koleksi bukuku. Karena aku tidak terlalu suka membawa banyak barang saat pindah kos aku sering menghibahkan buku-bukuku pada orang lain. Kebetulan saat itu aku menemukan novel yang dulu pernah ingin dia pinjam. Tiba-tiba aku terpikir untuk menghibahkan novel itu padanya. Saat aku bilang padanya dia senang karena memang itu novel dari penulis kesukaannya. Dia bilang akan datang ke kosku malam nanti untuk mengambil buku sekalian mengajakku makan di luar. Aku sudah bertekad kalau aku hanya akan memberikan buku saja dan menolak ajakannya. Tapi ketika dia muncul di hadapanku logika dan pikiranku seolah tumpul.

Kami bertukar banyak cerita. Dia cerita kalau dia putus nyambung dengan pacarnya tapi hubungan mereka masih baik. Dia juga bercerita kalau dia sudah sidang dan sekarang sedang sibuk melamar pekerjaan. Saat itu aku lebih banyak diam. Aku hanya terus saja memandangi wajahnya, terpaku. Sekarang dia jadi semakin kurus. Mungkin banyak yang dia hadapi selama ini.

Hampir dua jam kami mengobrol. Aku menyadari sesuatu kalau ternyata perasaanku padanya masih belum hilang. Sekeras apapun aku mencoba melupakannya tetap saja sia-sia. Dia sama sekali tidak berubah. Tawa dan senyumnya masih sama.

Kadang aku bertanya tanya. Kenapa aku dipertemukan dengan orang sepertinya? Pelajaran apa yang ingin tuhan ajarkan untukku? Atau dia datang hanya sebagai teman yang baik? Entahlah. Tapi aku yakin kalau itu bukan jawabannya.
«1

Komentar

  • lulu_75lulu_75 ✭✭✭✭✭ Diamond
    apa salahnya menjadi teman atau sahabat ... itu akan mendekatkan kalian berdua ... kita tak pernah tau masa yang akan datang bukan ...
  • boyszkiboyszki ✭✭✭✭✭ Diamond
    Ya benar, kita tidak tau kedepannya itu seperti apa
    ga ada otak nya
    confused.png
  • philosofi_philosofi_ ✭✭✭ Gold
    justru hubungan berpacaran itu rawan
  • GentaakbarGentaakbar ✭✭ Silver
    Begitulah cinta, deritanya tiada akhir
  • pendatangbarupendatangbaru ✭✭ Silver
    sayang itu ngga harus memiliki. Namun utamanya bisa saling menjaga satu sama lain. Kamu bukanlah sosok kekasih buat dia, namun kamu adalah sosok teman yang mungkin sudah melampaui saudara.

    Pacar putus dan berganti, namun sahabat sejati ngga akan pernah pergi dibawa mati.

    Kamu dipertemukan dia untuk belajar

    yap.. belajar bahwa cinta itu ada, dan cinta itu ga selalu berberntuk nafsu. cinta itu adalah sayang, belajar melihat turut tersenyum saat orang yang kita sayangi juga tersenyum. Dan itu berat. trust me
  • GentaakbarGentaakbar ✭✭ Silver
    pendatangbaru menulis: »
    sayang itu ngga harus memiliki. Namun utamanya bisa saling menjaga satu sama lain. Kamu bukanlah sosok kekasih buat dia, namun kamu adalah sosok teman yang mungkin sudah melampaui saudara.

    Pacar putus dan berganti, namun sahabat sejati ngga akan pernah pergi dibawa mati.

    Kamu dipertemukan dia untuk belajar

    yap.. belajar bahwa cinta itu ada, dan cinta itu ga selalu berberntuk nafsu. cinta itu adalah sayang, belajar melihat turut tersenyum saat orang yang kita sayangi juga tersenyum. Dan itu berat. trust me

    Unch tersentuh
  • weekibanweekiban ✭ Bronze
    Aku pernah ngalamin hal yang mirip kaya gitu juga ka, awalnya berusaha ngejauh tapi yang ada malah cuma bikin kepikiran dan makin sakit hati. Akhirnya bodo amatan dan lama-lama rasa itu hilang dan kita tetep sahabatan sampe sekarang.
  • justnewbiejustnewbie ✭✭✭ Gold
    Toh walaupun kalo beneran kejadian pacaran ,. Mau berapa lama, logis lah .. Pasti nanti putus gara gara salah satu milih merit.. Dan sakit banget kalo itu kejadian ..
  • LebesLebes ✭✭✭ Gold
    Daun yg jatuh tak pernah membenci angin - tere lije

    Baca deh.
  • McGerronimoMcGerronimo ✭✭✭✭✭ Diamond
    Dengan, atau tanpa adanya dia. Hidupmu akan terus berlanjut. *Kesurupan
    Saya tertarik menjadi monster seperti anda, tolong ajari.
  • @bersama_kamu @justnewbie Yap, dulu dia pernah bilang kalau lebih baik jadi teman daripada pacaran karena kalau berteman pasti lebih lama dan awet dibanding pacaran. Tapi dia bilang begitu saat aku bilang suka ke dia. Jadi aku paham maksudnya.
  • @lulu_75 @boyszki kedepannya sih tidak akan terjadi apa-apa sepertinya. Aku sudah mengerti kalau dia tidak suka aku, titik. Hanya ingin mereset hati dan menghapus perasaan-perasaan yang masih tersisa. Tapi sepertinya belum bisa.
  • boyszkiboyszki ✭✭✭✭✭ Diamond
    Emang yakin?
    ga ada otak nya
    confused.png
  • @weekiban iya beberapa orang yang pernah aku suka juga sekarang sudah biasa lagi kalau ketemu. Tapi kalau dia, bahkan di saat sudah ada yang lain pun aku masih tetap luluh dihapannya.

    @Lebes ga pernah suka tere liye but coba nanti aku baca. kemarin temen ada yang punya kayaknya. thanks for suggest

    @Gentaakbar iya bang, siklusnya seperti itu terus sudah seperti terjebak dalam lingkaran setan. ujung-ujungnya pasti nyesek.

    @McGerronimo yep, my life must goes on :smile:
  • @boyszki setidaknya asal tidak dekat lagi dengannya maka tidak akan terjadi apa-apa. Lagi pula sebentar lagi kami akan tinggal di kota yang berbeda. Dipisahkan jarak 461 km, sepertinya itu cukup. :smile: mungkin
«1
Sign In or Register to comment.