BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!

Jika ada pelanggaran Aturan Pakai, klik di "Laporkan" pada pesan tsb.



Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

AKDD (Aku Kau Dan Dia) | Cerbung

JuniorPldJuniorPld ✭ Bronze
edited November 2016 in BoyzStories
pp1.jpg
Kategori komedi Romantis

A K D D
Aku Kau Dan Dia
Part 01

O S P E K


Masa Sekolah adalah. Masa paling menyenangkan. Apa lagi saat MOS "Masa Orientasi Sekolah" Dan dari situlah awal kisahku.

Senin pagi aku terbangun dengan sangat-sangat terkejut, yah, adikku si dewi membangunkanku dan menarik selimutku, sontak aku kaget, panik dan aku tarik selimutku lagi.

Bukan karena suara cerewetnya yang membuatku panik, melainkan karena kebiasaanku yang kalau tidur kadang gak pakai baju.

Dan malam itu mungkin aku lupa mengunci pintu, hingga adikku bisa masuk ke kamarku.

"woi bangun, kok masuk selimut lagi?" si Dewi adikku membangunkanku.

"haaa . . ka kau li lihat?" aku panik.

"yah lihat, matahari sudah terik gitu!" Dewi menunjuk jendela yang sudah terang benderang.

"Kok dia gak kaget dan biasa saja yah, apa sudah tahu dari dulu?" pikirku dalam hati.

lalu aku membuka sedikit, mengintip kedalam selimut. Melihat ke tubuhku. Dan ternyata aku masih pakai celana. Oh iya lupa kalau tadi malam karena dingin, jadi aku hanya pakai celana boxer saja.
Huft untung saja, gak sampai ketahuan adikku.

"malah bengong lagi. bu.. Kakak gak mau bangun nih" celoteh Dewi mengadu ke Ibu.

"ih apaan sih lu!? iya iya gue bangun, cerewet!" gerutu kesal aku padanya.

"malah ngejek, lupa ya, ini hari pertama kakak sekolah kan?" Dewi mengingatkanku.

"waah . . iya! jam berapa sekarang? Minggir lu!" kataku.

"hi hi rasain lu, males bangun sih" Dewi ketawa senang.

"huft gawat bisa telat nih" aku beranjak bangun dari tempat tidurku.

Aku pun langsung menuju ke kamar mandi, dan setelahnya cepat-cepat pakai seragam sekolah. Masih pakai merah putih.

"Putra makan dulu!" dari arah dapur terdengar suara Ibu menyuruhku makan.

"nanti saja Bu, pas pulang saja" jelasku.

Yah, ayah udah berangkat kerja dari tadi pagi, jadi gak bisa nebeng deh.

Aku pun lari terburu-buru, dan . .

C i i e t . . . . tiba-tiba Satria F U ngerem mendadak di depanku pas di tikungan jalan, kulihat cowok keren dan cewek cantik yang diboncengnya. Mungkin pacarnya, Dan mereka pun menegurku.

"woi kalau jalan liat kanan kiri dong!" kata si cowoknya.

"i iya maaf kak!" jawabku.

Wah . . gila, keren banget tuh orang, pacarnya juga cantik, bikin iri saja. Anak sekolah mana ya mereka, huft coba ayahku membelikan aku Motor yah? punya sih. Tapi biasa di pakai kerja ayah.

Oh iya. Sampai lupa memperkenalkan diri. Hehe
Nama aku Putra 13 tahun, anak ke 1 dari 2 bersaudara, Dewi nama adikku,
tinggi ku 165cm dan berat 50kg. Penampilan bisa dibilang aku cukup menariklah, imut, putih gitu, itu kata orang-orang loh hehe . .

Dan hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah menengah pertama SMP. Yah, dengan terburu-buru karena bangun kesiangan.

Akhirnya angkot lewat juga, dan sampailah aku di sekolah. Dag dig dug euy. Tahu lah pertama gitu. Siswa siswi pun berbaris di aula sekolah untuk mengetahui pengumuman pembagian kelas, dan aku dapat di kelas 1 B. Kakak-kakak senior pun membimbing kami menuju kelas masing-masing.

setelah kakak-kakak senior memperkenalkan diri, dan sekarang giliran aku dan teman-teman yang memperkenalkan diri satu persatu.

Oh iya cara memperkenalkan diri pun harus pakai gaya, huft dikerjain sama kakak senior deh ceritanya nih.

Dan salah satu teman memperkenalkan diri . .

"hai, teman-teman namaku Ayu, sesuai namanya aku ayu dan manis" * dengan gaya chibi.

"hahahaha . . ." tawa sekelas pun pecah karena tingkah dan gaya lebay nya.

"salam kenal sobat . . Nama gue Harry, jangan lupa dukung hari dengan ketik sms HARRY<spasi>KEREN kirim ke 0000 blong.

"hahaha . . ." riyuh tawa anak-anak sekelas karena tingkah kocaknya,

lalu ada teman yang merespon

"Harry nama panjangmu apa? Hari senin, hari minggu hahaha . . ."

* * * * * *

beberapa lama kemudian, huft sepertinya aku kebelet pipis, dan aku pun ijin sama kak senior.

"kak, aku ijin kebelakang dulu yah?"

"iya, silahkan!" jawab kak Rina.

"kak Rina, katanya putra sudah tegang berat liat kak Rina, makanya ke toilet tuh kak haha . ." sela Dody.

"haha mau coli yah?" Si Sony ikut-ikutan.

"coli apaan tuh?" kak Rina kepo abis.

"Putra boleh aku bantuin gak? haha . ." canda Dion

"Ha ha ha ha" riuh tawa sekelas pecah lagi,

"jangan berisik! bisa disiplin gak sih kalian." bentak kak Anis pada kami.

"Haha rasain loh pada" dalam hati aku girang.

Yah, kak Anis adalah kakak senior cewek yang paling galak di kelasku. becandanya pada gila sih.

Lalu aku pun keluar.

"yah toiletnya sebelah mana ya? nah itu dia"

saat menuju toilet, aku terkejut oleh dua sosok yang membuat bulu kuduk aku merinding. Hehe bukan setan loh, melainkan dua anak manusia yang tengah pacara. dan yang bikin kagetnya lagi ternyata mereka itu, dua orang yang hampir menabrakku tadi pagi.

Mereka menatapku, aku shock. Melongo gitu.

"woi bocah ngapain lu, ngintip kami ya?" kata si cowoknya.

"a anu ka kagak kok kak!" jawabku gugup.

lalu aku membalikan badan dan cabut dari tempat itu, huft padahal sudah kebelet pipis malah gak jadi, jadi, aku tahan sampe bel pulang tiba. Dan buru-buru ke toilet lagi, dan semoga gak ada yang lagi pacaran lagi.
Tapi pas ke toilet, Jiah kok malah ngantri, berasa kayak pembagian sembako saja.

saking gak tahannya, pas mau pulang. eh pas banget jalanan sepi, pipis di balik pohon gak apa apa kali ya?

Yah, dengan clingak clinguk, tengok kanaan kiri aku membuka resletingku dan, seerr . . . lega rasanya.

Din . . Din

tiba-tiba ku dengar suara klakson.

Anjiir kaget gila, dan pas lihat ke belakang ternyata itu cowok yang . . .

Komentar

  • JuniorPldJuniorPld ✭ Bronze
    edited November 2016
    pp2.jpg

    AAKDD
    Aku Kau Dan Dia
    Part 02

    Misteri Di Siang Bolong


    Din.. Din.. Dari belakang Kudengar suara klakson motor. Aku yang saat itu sedang buang air kecil dibalik pohon sontak terkejut.

    Kupikir itu petugas kebersihan lingkungan, dan pas menoleh kebelakang ternyata itu cowok keren yang hampir menabrakku tadi pagi dan yang ciuman bersama ceweknya di koridor toilet sekolah tadi. Huft malu gila.

    "lagi ngapain lu? " cetus kakak itu.

    "a anu.. cuma pipis doang kok" aku salah tingkah.

    "cuma . . ? Hi hi pasti tadi lagi coli ya?" *nyengir

    "apa? Enak saja, kagak lah!" jawabku,

    "oyah? Tadi kan lu ngintip gue pacaran di toilet kan?"

    "siapa juga yang ngintip!"

    "karena pengen elu jadi coli disini dah haha."

    "aku gak tertarik ngintip cowok dan cewek pacaran, karena aku lebih suka liat cowok dan cow . . "

    *ups hampir aja aku kebablasan kalau aku, cenderung . . .

    C E k R E K !

    Tiba-tiba itu orang memotretku dengan kamera Digitalnya.

    "woi, kenapa memfoto aku? " protes aku

    "lihat tuh kebawah xi xi xi " sambil ketawa kakak tadi menunjuk ke celanaku.

    wah . . . iya lupa, saat pipis tadi aku lupa menutup resletingku kembali, dan junior kecilku masih nongol keluar lagi...

    Brmmm.. kakak tadi men start motornya.. Dan

    "dah . . . Bocah, Adik kecil elu lucu deh. Haha"

    "heh . .? kak tunggu, please hapus kak!" aku berusa mengejar kakak misterius sialan tadi.

    Hah . . Hah . . Hah huft capek gila, gara2 ngejar kakak itu.

    Sesampainya di rumah aku buka kemeja putihku dan hanya pakai kaos dalam dan celana merah saja, aku langsung tiduran di kamarku, dan menatap langit langit plafon sambil kepikiran kakak itu . . .

    "aneh, perasan dari tadi pagi ketemu cowok itu terus deh, pertama di tingungan jalan saat mau ke Sekolah, kedua di toilet sekolah, dan yang ketiga tadi . . "

    " huft terus apa maksudnya lagi memfoto junior kecilku.."

    Tok tok tok

    kudengar suara ketukan pintu, dan saat kulihat dari balik tirai jendela gak ada siapa-siapa. aneh . . padahal tadi kudengar ada yang mengetuk pintu.

    Suasana saat itu hening sejenak. Perasaanku jadi kagak enak,

    "hiiih . . jangan-jangan? " aku merinding ketakutan, karena kupikir itu penunggu pohon yang marah karena ulah pipis sembaranganku itu.

    "Huft gak mungkin masa siang2 gini ada hantu."

    dan saat aku mau masuk ke kamarku lagi, tiba-tiba ada yang menepuk bahuku dari belakang, aku terpaku diam. Bulu kudukku langsung berdiri. Pelan-pelan aku menoleh kebelakang.

    dan betapa terkejutnya saat kulihat sosok yang sangat menyeramkan, sesosok wajah yang berlumuran darah dan matanya copot keluar.

    "WAaaaaaaaa" aku teriak. Hampir mau pingsan. Saking takutnya.

    "TARAAAAAA"

    "haha . . yeh, kakak kena aku kerjain haha." adikku si Dewi membuka topengnya.

    "Dewi, Kau kau ini" aku kesal abis.

    "jiah celana kakak kok basah?"

    "heh?" kulihat celanaku.

    "ye ye ye ye kakak ngompol xixixi"

    "ketawa lagi, ini kan gara2 elu songong."

    "penakut weh?"

    sialan. Lagian itu topeng elu dapat dari mana sih?"

    "oh, ini hasil kerajinan di sekolahku dong"

    huft. Oh iya Ibu kemana Dew?"

    "hmm, Ibu lagi pergi ke rumah tante Nia "

    "Ibu gak masak yah?"

    "Di meja sih ada gak? Atau mau aku masakin sama adikmu yang cantik ini hehe."

    "hoeks bisa2 aku mati keracunan dong."

    "ih nyebelin, awas ya" Dewi marah.

    "weks! Hahaha"

    Aku pun dikejar si Dewi dan aku lalu masuk kamar dan mengunci pintu.

    Bragh bragh

    si Dewi menggedor-gedor pintu, kamarku.

    "huft, gara-gara Dewi tadi celanaku sampai basah,

    "sialan tuh anak" aku pun melepas celana dan juga celana dalamku, lalu langsung tiduran telanjang.
    hehe biar adem. Tau lah kalau siang gini kan panas hehe . .

    Aku play mp3 dan . . " hoaaam " sudah ngantuk banget aku pun tertidur deh...

    * Di Sekolah

    Aku berlari di koridor sekolah, "gawat terlambat lagi dah." untung gerbang sekolah belum di tutup satpam.
    Aku menuju kelas dengan tergesa gesa hingga tanpa sadar aku menabrak seseorang dan gak sengaja kita berciuman bibir. Aku terdiam sesaat dan saat ku lihat, ternyata dia cowok yang selalu kebetulan ketemu itu.

    "jiah kenapa aku selalu ketemu dia? " Oh iya, kita kan satu sekolah, dia kakak kelasku, dan menjadi pembina di kelas apa aku gak tahu.

    "ma maaf kak" dengan wajah memerah menyeka bibirku, aku meminta maaf padanya.

    "hmmm" kakak itu gigit bibirnya.

    Tiba-tiba dia memelukku dari belakang, lalu aku diseretnya ke toilet, aku meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari pelukannya, tapi aku tak kuasa, karena dia begitu kuat dan agresif.
    Dan saat aku mau teriak dia menutup mulutku dengan tangannya . .
    dan Hingga kudengar suara teriakan.

    "Apa yang kau lakukan?! " pacarnya melihat kami.

    "Ah, a anu . . Ini " dia gugup.

    "aku gak percaya, ternyata kau kau hiks"

    Cewek tadi berlari keluar sambil menangis dan kakak tadi mengejarnya.

    "tu tunggu, ini gak seperti yang kamu kira sayang."

    Aku duduk bersandar dibalik tembok. syok hingga kudengar.

    "kakak!!" suara Dewi memanggilku.

    "De Dewi ?"

    "kakak bangun, makan malam dulu kata Ibu!"

    "ha mimpi?" aku pun terbangun dari tidurku.
  • JuniorPldJuniorPld ✭ Bronze
    edited November 2016
    a03b.jpg

    AKDD
    Aku Kau Dan Dia
    Part 03

    MAIN KE RUMAH TEMAN



    Malam itu, aku makan malam bersama keluarga, sambil makan tapi pikiranku masih terbayang akan mimpi tadi

    DORRRR!

    Seperti biasa adikku si Dewi selalu mengagetkan ku, dia menjeder ku dari belakang hingga aku tersedak

    " uhuk uhuk "

    " Dewi jangan begitu sama kakakmu " ucap ibu

    " haha abis, makan kok sambil melamun sih "jawab dewi

    " ckckck kalian ini kebisaan, kalau berdua pasti berantem " bentak Ayah

    " aha, gue tau pasti kakak lagi jatuh cinta sama cewek di sekolah ya hehe "

    " a apaan sih? sotoy deh. "

    " curhat lah sama adikmu yang cantik ini "

    " ogah, lu kan ember "

    " Sudah-sudah kalian ini, setiap hari salalu saja ribut, habisin makannya " ibu memarahi kami

    Selesai makan aku pun keluar cari bahan-bahan keperluan MOS di Toko sebrang dan ketemu si Dion temen 1 kelasku yang ternyata anak kompleks sebelah.
    Setelah ngobrol panjang besar, eh panjang lebar, kami pun sepakat membuat perlengkapan MOS bareng di rumahnya. Dan aku pun telpon kerumah, kalau aku mau main ke rumah temen

    " Dion, bener yah kita beli kertas karton yang ini? "

    " Iya bener, kata kakak kelas tadi warna merah "

    " lem udah beli belum? " tanya putra

    " sudah ada di rumahku, yuk kita pulang! "

    Aku pun bonceng sama Dion dengan Beat birunya. Dan beberapa menit kemudian sampai juga dirumahnya

    " Wah rumah kamu bagus ya Dion " Putra menengadah, melihat rumah Dion

    " bagus apanya orang berantakan gini "

    " ortu kamu kemana?

    " ortu ku tidur di Toko ruko kami, jadi jarang pulang "

    " terus kamu sendirian dong? "

    " gak. Disini aku tinggal sama ponakan ibuku yang dari desa "

    " oh, sepupumu cewek? "

    " Cowok, dia sekolah di kota ini "

    " SMP, SMA? terus dimana dia sekarang "

    " SMA kelas 2, dia mungkin lagi keluar sama temennya "

    " oh . . . "

    " sudah ah, tanya mulu, kapan ngerjain ininya, keburu malem loh ? "

    " oh, iya hehe "

    " ya udah, kamu ke atas dulu ya, ke kamarku yang itu, aku mau ambil minum dulu "

    " waduh repot-repot kayak tamu aja. "

    " memang, kamu tamu spesial ku " *senyum

    " ha? " Putra terpaku diam terpesona melihat senyum manisnya Dion

    " oi, bengong? " Dion menggerakkan tangannya tepat di depan mata Putra

    " ah. I i ya, ka kamar mu yang itu ya? "

    " yup " Dion senyum lagi dengan mengedipkan sebelah matanya

    " Gila baru sadar, ternyata Dion manis juga " dalam hati aku berkata

    Aku pun menunggu di kamarnya dan melihat lihat kamarnya.
    Kulihat poster cowok-cowok korea, bintang k-pop boyband imut dan cakep-cakep yang menempel di dindingnya, dan terliantas kalau dia penyuka seje... "Ah apa yang aku pikirkan, mungkin dia cuma suka k-popn saja"

    Dan gak menunggu lama Dion pun datang, sambil membawa snack dan minuman ringan

    " nah, ayo di minum, maaf kamarku berantakan. Maklum, gak ada yang ngurus hehe "

    " iya, kamamu rapi kok "

    " ah bisa aja hehe, oh iya, aku tinggal mandi dulu ya. Kamu gunting kertasnya saja dulu "

    " hah. Jadi dari sore belum mandi? "

    " Belum hehe " Dion melet

    " hu jorok "

    " hehe, tapi tetep bersih dan wangi loh "

    " hu.. Asem weks "

    iya sih, walau pun belum mandi dia tetap keliatan seger bersih dan wangi, itu kusasa saat bonceng sama dia tadi, kurasakan aroma tubuhnya yang segar dan wangi, saat laju motor dan tiupan angin

    " nah aku tinggal bentar yah, kamu gunting yang ini dulu "

    " iya, yang ini di jadiin topi kan? "

    " iya, nanti aku yang ngelem deh "

    Aku pun mulai menggunting kertas karton yang di beli tadi. Dan sementara dion...
    Ku lihat Dion sedang membuka pakaiannya, kaos, celana. Serta celana dalam.

    Gila kenapa tu anak membuka pakaiannya disini lagi. kenapa gak di kamar mandi?
    Yah walau membelakangiku, tapi tubuhnya yang putih itu terlihat jelas di depan ku, walau agak jauh sedikit, dan di sela pahanya ku lihat ada yang menggantung,

    Aku terpana dibuatnya hingga

    " yah, aduh salah potong deh " aku sampai salah potong pola kertas

    " wah, hati-hati bro! Ya udah kamu pake kertas ku aja aku beli 3 kok "

    " i iya, makasih yon "

    Ku lihat di sudah mengenakan handuk putih

    " awas salah potong lagi "

    " Iya tenang aja, cepet mandi gih? "

    " hehe iya iya, jangan ngintip yah "

    " haha enak aja, emang jeruk makan jeruk "

    " hihi pisang kali . . "

    " haha . . Eh katanya mau mandi . . "

    " hehe . . Kamu sudah mandi? "

    " iya udah, kenapa yon? "

    " gak, hehe "

    " huft aneh "

    " hehe " Dion Pun menuju kamar mandi

    Ku dengar suara gemericik air shower dari kamar mandi, aku yang saat itu sedang menggunting jadi tidak konsen karena membayangkan tubuhnya.

    Coba dia ngajak aku mandi bareng yah . .
    tiba-tiba kudengar suara langkah kaki, oh iya mungkin itu sepupunya Dion pulang.

    Huft kenapa aku jadi berpikiran yang tidak-tidak, mending lanjutin ini lagi deh

    Uh . . Uh . . Uh . .
    Ku dengar suara desahan dari kamar mandi, dan kulihat pintunya terbuka, mungkin Dion lupa menutupnya atau mungkin sengaja..
    Ah. Gak gak mungkin..

    Aku makin penasaran, dengan apa yan sedang di lakukan dion disitu, dengan gemetar akhirnya aku kesitu juga, dan saat aku melihat dari celah pintu ternyata tangannya Dion se sedang meng . . .
  • boyszkiboyszki ✭✭✭✭✭ Diamond
    Saran mas, kalok nulis nya jangan pake tulisan berwarna sakit mataku bacanya
    ga ada otak nya
    confused.png
  • JuniorPldJuniorPld ✭ Bronze
    edited November 2016
    boyszki menulis: »
    Saran mas, kalok nulis nya jangan pake tulisan berwarna sakit mataku bacanya

    haha biar gak monoton. dan lebih berwarna. ok deh aku edit lagi
  • JuniorPldJuniorPld ✭ Bronze
    edited November 2016
    shower.jpg

    AKDD
    Aku Kau Dan Dia
    Part 04

    INSIDEN KAMAR MANDI



    Pukul.08:15 WIB Aku main kerumah dion temen sekelas ku, yang berjarak gak jauh dari kompleks rumahku, untuk membuat perlengkapan MOS bareng.
    Sementara aku sedang mengerjakan itu dikamarnya. Si Dion mandi dulu, dan beberapa menitnya aku dengar suara desahan2 dia
    pikiranku langsung gak karuan, tau sendiri lah apa yang biasa dilakukan anak cowok kalau mandi.. Yah meskipun aku sendiri pernah melakukannya, penasaran juga, bagaimana cara temen melakukannya

    Akhirnya dengan rasa deg degan aku coba mengintipnya, dan kebetulan pintu kamar mandi gak di tutup

    Uh uh uh.. suara itu makin terdengar jelas dibarengi suara gemericik air shower yang menggoda. Si junior kecilku pun bangun. Sambil tanganku mengelus juniorku, aku mulai mengintip dari celah pintu. Dan ku lihat dari samping tangan Dion sedang me meng menggenggam botol shampo. Yah dia berusaha membukanya, tapi sepertinya kesulitan, agak kecewa, kupikir dia sedang... Ah.. Dasar aku ini

    Dion : uh uh duh gimana sih ini bukanya susah bener dah

    terus terbukalah tutup botol shampo itu jatuh menggelinding ke arahku, aku panik dan tidak bisa berkutik. Malu gila >.<

    Dion : heh? Pu Putra? :O
    Putra : emm a anu itu
    Dion : hayo ngintip aku yah? :D
    Putra : gak kok, a aku cuma mau pipis doang
    Dion : yang bener hehe

    Kulihat tubuh dan junior kecil Dion yang indah, belum disunat, yah Ibunya kan Cina dan Ayahnya Jawa. Jadi bisa di bayangkan face dia seperti apa kan?

    Dion : oi bengong, katanya mau pipis?
    Putra : i iya
    Dion : atau mau aku pegangin? Hehe
    Putra : ma maksud lo?
    Dion : becanda hehe

    Tiba2 dion mencripati ku air. Dan kami pun jadi becanda tertawa bersama dan basah basahan dah

    Putra : wah dion, apa apaan lu, basah kan?
    Dion : biarin weks :p
    Putra : huft awas ya gue bales loh
    Dion : yeh, gak kena haha
    Putra : Curang lari sih
    Dion : kejar aku kalau berani haha

    *Sementara
    sepupu dion baru saja pulang, dia abis main basket, tubuhnya mengkilat basah karena keringat, lalu dia pun ambil minum dari kulkas. lalu dia pun masuk kekamarnya

    *Di luar sana
    Revan tengah jalan dengan Bella ceweknya, sepertinya mau nonton, dengan bergandengan tangan terlihat Bella sangat bahagia jalan bersamanya, sementara Revan justu kebalikannya, yah mungkin sedang ada masalah keluarga atau.. Yah yang jelas gak ada senyum yang terlihat dari wajah tampannya

    Dewi : bu.. Kakak mana?
    Ibu : kakakmu sedang di rumah temennya
    Dewi : yah..
    Ibu : kenapa Dew
    Dewi : padahal mau suruh bantuin PR ku bu
    Ibu : Ya udah, tunggu Kakak mu pulang aja kan?
    Dewi : huft
    Ibu : kangen yah
    Dewi : a apa enak aja, jelek gitu dikangenin
    Ibu : jelek yah? Tapi kok anak2 ibu tetangga pada nitip salam ke ibu buat kakakmu loh
    Dewi : tu orang katarak kali tuh bu
    Ibu : haha Dewi Dewi

    bukanya mengerjakan perlengkapan MOS Dion dan Putra malah tengah asik becanda canda dikamar mandi, kayak anak ajah, yah emang masih anak2 haha

    Putra : wah, parah lu, baju gua basah semua kan?
    Dion : lah nangis hehe
    Putra : yeh siapa juga yang nangis
    Dion : udah, nanti lo bisa pakai bajuku hehe
    Putra : hmmm -_-
    Dion : Eh, pernah coli gak?
    Putra : heh? Kenapa emang
    Dion : gak haha
    Putra : hu aneh
    Dion : hehe :p

    tiba2 dion memegan pipiku, aku diam, jantung ku pun berdebar kencang. Duh apa apaan ya dia? >_<

    Dion : bentar, dipipi lo ada kertasnya nih
    Putra : oh..
    Dion : kenapa lo, kok mukanya memerah haha
    Putra : anu munkin kena lem tadi
    Dion : oh, baju kamu basah lepas aja, sekalian mandi
    Putra : di di lepas?
    Dion : iya, gak usah malu, kita kan sama sama cowok
    Putra : hmmm
    Dion : atau jangan2 punya kamu kecil yah, jadi malu
    Putra : a apa enak aja, punyaku gede lah
    Dion : yang bener xixixi
    Putra : iya lah
    Dion : coba liat?
    Putra : yeh, mau tau aja atau mau tau banget?
    Dion : banget hehe, ayo buka, curang ih, lo kan udah liat punya ku
    Putra : kejar aku kalau bisa hehe
    Dion : ok, awas kau ya

    Dion pun mengejar dan menarik celana Putra sampai melorot kekaki hingga Putra terjatuh karena tersangkut celana. Dion yang dibelakangnya juga mendadak terjatuh karena Putra, juga karena licinnya lantai, hingga menindih Putra. Dan burung Dion nempel tepat di belaham pantat Putra. Mereka terdiam sejenak, apa lagi Dion dia merasakan sensasi yang aneh saat saat kulit mereka bertemu dan bergesekan. Mungkin Putra juga menyadari kalau burung dion jadi menegang.

    Tiba2 pintu kamar mandi terbuka dan masuklah sepupu Dion. Dia yang mau numpang mandi karena kran air di kamar mandinya bermasalah, sontak terkejut dengan apa yang dilihat didepannya, dua anak lelaki yang telanjang dan bertindihan

    Joko : sedang ngapain kalian?!
    Dion : ka.. kak joko
  • boyszkiboyszki ✭✭✭✭✭ Diamond
    Sipp lanjut,,
    ga ada otak nya
    confused.png
  • JuniorPldJuniorPld ✭ Bronze
    edited November 2016
    cerah.jpg rumah1.jpg


    AKDD
    Aku Kau Dan Dia
    Part 05

    SENYUMAN NAKAL



    Ciit . . . Ciit . . . Ciit

    Hari yang cerah, sang mentari hangat telah menyapa, diiringi merdunya suara kicauan burung Menyambut indahnya pagi

    HA HACHIHM

    Putra : Bu, aku berangkat
    Ibu : gak, makan dulu?
    Putra : nanti aja bu
    Ibu : kamu sakit yah.?
    Putra : cuma flu doang kok bu
    Ibu : Minum obat dulu
    Putra : gak usah bu . .
    Ibu : hati2 dijalan
    Putra : iya

    Huft gara2 main air sama Dion tadi malam jadi kena flu deh
    seperti biasa aku berangkat sekolah jalan kaki, menuju angkot dijalan, adikku si Dewi udah berangkat tadi pagi bareng ayah sekalian berangkat kerja

    Diiin . . . Diiin

    Kudengar suara klakson motor, kaget gila jangan2 itu kakak kelas yang kemarin selalu kebutulan ketemu lagi..?
    Aku pun menengok kebelakang, dan ternya itu

    Dion : woi, lagi nunggu angkot yah?
    Putra : eh, elu Dion, kirain . . ?
    Dion : heh, kirain siapa?
    Putra : gak, hehe
    Dion : hu.. Berangkat bareng aku aja yuk
    Putra : wah, boleh kebetulan nih
    Dion : kebetulan biar gak bayar angkot ya?
    Putra : haha tau aja
    Dion : ketawa? Ini gak gratis loh
    Putra : ba bayar?
    Dion : Yup, bayar pakai tubuhmu hahaha
    Putra : haha gila lu, maho lu ya?
    Dion : becanda haha
    Putra : hu dasar *agak kecewa padahal berharap iya

    Aku bonceng bersamanya, dan motor pun mulai melaju, kurasakan aroma tubuhnya yang wangi, lehernya yang putih begitu mempesona. Aku terbuai angan olehnya

    Dion : Putra . . Putra
    Putra : ah, i i iya.. Apa Dion?
    Dion : kok ngelamun, di panggil2 dari tadi juga
    Putra : hehe sorry bro
    Dion : Hu.. Oh iya tangan ku sakit nih gara2 jatuh bareng tadi malem tuh
    Putra : terkilir yah?
    Dion : iya, gantiin nyetir yah!
    Putra : iya, sini

    Lalu sekarang gantian Dion yang bonceng dan aku yang nyetir. Setelah melaju, kurasa dagu Dion bersandar di pundakku, aku menoleh, dan dia tersenyum *duh manisnya
    gawat jantungku berdebar debar, hangatnya dada Dion terasa dipunggungku, hembus nafasnya juga menggelitik telingaku..
    saat tubuhnya mulai merapat ke tubuhku, kurasa junior kecilnya menempel di pantatku, apalagi saat ngerem mendadak karena ada pengendara lain, juniornya berasa makin menekan2 pantatku
    jadi teringat kejadian tadi malam.. Ah gawat pikiran ku langsung kacau . . .

    Dion : wew, kenapa lu salting gitu?
    Putra : he? Kagak a anu gitu
    Dion : heh?
    Putra : oh, iya kejadian tadi malam gimana?
    Dion : enak, eh sakit hehe :p
    Putra : weh? maksudku, gimana dengan sepupu mu itu
    Dion : paling kita disangka maho doang
    Putra : Jiah, lo ga takut gitu?
    Dion : takut ?
    Putra : kalau dia kasih tau ortu kamu gimana?
    Dion : gak, bakalan, soalnya aku penah, mergokin dia gituan sama ceweknya
    Putra : oh...

    Di Sekolah

    kulihat siswa siswi sudah berbaris di aula sekolah, dengan memakai atribut MOS. topi dari kertas karton, papan nama kertas yang di kalungin
    dan setelah selesai kegiatan2 itu, kami pun masuk kekelas.

    Di koridor sekolah, aku berjalan becanda bersama Dion, dan tiba2 aku ditabrak seseorang dari belakang... Dan saat kulihat dia dia

    Indah : ah, ma maaf
    Putra : i iya *wah cantik banget
    Dion : Cieh cieh
    Indah : permisi
    Putra : tu tunggu
    Indah : iya?

    Cewek itu menoleh, rambutnya yang panjang terurai oleh tiupan angin
    *hihi seperti di drama2 gtu

    Putra : sapu tangan kamu jatuh
    Indah : ah, makasih ya
    Putra : sama2
    Dion : prikitiw
    Putra : hu, apaan sih

    Cewek itu pun menuju kekelasnya

    Dion : oi, bengong. Terpesona nih
    Putra : cantik yah dia
    Dion : hmm, oh iya kalau dia menoleh ke kamu dalam hitungan ketiga berarti dia jodoh kamu

    1 . . . 2 . . . 3 . . .

    Dan benar saja cewek itu menolehku dan tersenyum

    Dion : tuh, kan bener
    Putra : heh, beneran? Gak percaya ah.
    Dion : hehe

    Dan pada saat yang sama aku berpapasan dengan kakak kelas yang dimimpiku, dan yang selalu kebetulan kemarin. Kulihat dia tengah berjalan dan ngobrol dengan ceweknya.
    Aku sedikit takut kalau mengingat mimpi itu. Tapi itu gak seperti yang aku pikirkan, ternyata dia berlalu begitu saja, melihatku pun tidak. Dan begitu jauh aku menoleh dan melihatnya kebelakang. Dan "deg" ternyata dia juga menoleh dan melihatku dengan senyumannya yang terlihat jahat dan nakal.
    Aku cepat2 berbalik dan buru2 jalan, perasaanku jadi tidak enak

    Dion : oi, kenapa lu? Kok pucat gitu
    Putra : gak apa2
    Dion : oh, iya cewek tadi cantik yah?
    Putra : iya, namanya siapa ya?
    Dion : ok, nanti kita cari tau yuk!

    Di Taman Sekolah

    Bella : Kamu kenapa sih beph?
    Revan : a apanya!?
    Bella : sikapmu belakangan ini aneh tau
    Revan : aneh gimana?
    Bella : ada cewek lain ya?
    Revan : gak ko, kamu masih angap aku playboy
    Bella : tau lah

    Bella ngambek dan pergi meninggalkan Revan

    Revan : yah, aku ada perasaan sama seseorang, maaf bell

    @boyszki
  • Jangan-jangan copas dari tulisan orang nih.. Soalnya AKDD itu pernah di posting di luar sono.. maaf kl ga bener :wink:
  • JuniorPldJuniorPld ✭ Bronze
    edited November 2016
    andrik2007 menulis: »
    Jangan-jangan copas dari tulisan orang nih.. Soalnya AKDD itu pernah di posting di luar sono.. maaf kl ga bener :wink:

    AKDD itu tulisanku yg pertama aku posting di mywapblog http://cerbung.mywapblog.com . karena mywapblog ditutup dan dipindah ke blogger dengan nama http://ceritaboyslove.blogspot.com aku posting juga di fb, google+ cerpen seru, fanspage fb Cerita Brondong. dan terakhir disini di boyzforum
  • boyszkiboyszki ✭✭✭✭✭ Diamond
    Ohh pantes macam pernah baca
    ga ada otak nya
    confused.png
  • yup. penulis itu pantang copas, kalau pun copas itu disertakan sumber dari karya aslinya :)
  • @JuniorPld Sip lah.. soalnya pernah baca
  • andrik2007 menulis: »
    @JuniorPld Sip lah.. soalnya pernah baca

    iya makasih udah baca tulisanku. sekarang juga coba post di watpad. kira2 tar ada yg laporin gak ya?
Sign In or Register to comment.