BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!

Jika ada pelanggaran Aturan Pakai, klik di "Laporkan" pada pesan tsb.



Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

Bukan Lawan Jenis [TAMAT]

1137138140142143221

Komentar

  • terima kasih untuk beb @Locky atas ceritanya dan terima kasih ayank @3ll0 untuk mentionnya.. maaf juga baru bisa comment.. soalnya klo commentnya cepet takut tidak kena mention berikutnya.. ceritanya itu kayak narkoba, addicted banget..nganenin banget juga.. beb locky dan ayank ello cepet cepet updatenya yah....
  • zhe_azzzhe_azz ✭ Bronze
    telat... (─‿─)
    mana updatenya.. #skip
  • zhe_azzzhe_azz ✭ Bronze
    kak @locky nya mana ya?? update kak #up
    padahal aku telat bgt baca page 135-136..
    semangat buat fredo!! jangan galau mulu.. and thanks buat kak @3ll0 mention lagi ya..
  • zhe_azzzhe_azz ✭ Bronze
    kak @locky nya mana ya?? update kak #up
    padahal aku telat bgt baca page 135-136..
    semangat buat fredo!! jangan galau mulu.. and thanks buat kak @3ll0 mention lagi ya..
  • idans_trueidans_true ✭✭ Silver
    sundul
    "DISINI AKU TIDAK SENDIRI TAPI DISINI AKU SELALU DICEKAM SEPI"............................. (Titi Said)
  • @locky
    chapter berikutnya aku dimention ysh kak :)
    Just Make It Easy Brother
  • @locky
    chapter berikutnya aku dimention yah kak :)
    Just Make It Easy Brother
  • LockyLocky ✭✭✭ Gold
    edited June 2015
    ***

    Kelar makan Kak Fredo nggak langsung ngaterin gw pulang, tapi malah 'nahan' gw lebih lama. Dia ngajakin gw ngukur jalan dulu.

    "Pinter lu ya, Kak, modus ngajakin lunch terus jalan..."
    "Hehehe. Sekalian aja lah. Lagian lu nggak ada kerjaankan di rumah?"
    "Boci."
    "Bobok ciang? Ya udah, bobok bareng yuk?"
    "Eit! Najis! Lu pikir gw cowok gampangan apa? Hihihi..."
    "Hahahaha. Tidur beneran kali."
    "Ya udah, kalo gitu kita pulang."
    "Ntar. Buru-buru amat dah. Gw suntuk di rumah..."
    "Okelah kalo begituuu."
    "Kemana kita?"
    "Bawalah pergi dirikuuu kemana saja kau maauuu..." gw menyenandungkan lagu afgan.
    "Kalo aku yes."
    "Jadi gw lulus nih?"
    "Yup. Lu lulus. Lulus membuat aku mencintaimu."
    "Taeeeekkkk."
    "Hehehe."
    "Lu kata gw siswi SMP yang gampang digombalin gitu..."
    "Namanya juga usaha," kata Kak Fredo pelan sambil perlahan membawa laju motornya.
    "Telat."
    "Hah? Maksudnya?"
    "Engg...gak," sial, gw hampir keceplosan.
    "Apanya yang telat? Lu udah punya BF?"
    "Kepo ah."
    "Jadi beneran udah punya?"
    "Nggak."
    "Nggak punya?"
    "Nggak punya."
    "Hehehe..."
    "Kok ketawa?"
    "Nggak apa-apa."
    "Lu ngejek gw karena jomblo?"
    "Gw juga jomblo kok."
    "Masa?"
    "Bodoh. Itu kan maksud lu?"
    "Tau aja lu."
    "Siapa?"
    "Siapa aja boleh."
    "Kita ke alun-alun aja, mau?" tanya Kak Fredo kemudian.
    "Terserah lu aja deh."

    Kak Fredo pun membawa motornya menuju alun-alun kota yang juga merupakan salah satu tempat nongkrong warga kota. Tempatnya luas. Di sepanjang pinggir alun-alun dipayungi pepohon rindang yang mana di bawah setiap pohon dibuat kursi semen. Di sepanjang itu pula banyak warga yang berjualan makanan. Bahkan saat ini, sudah disesaki pula sama wahana bermain anak dan lapak-lapak penjual batu akik sehingga suasana di sana semakin ramai tak kenal siang, sore atau malam. Bagi gw sendiri, alun-alun pas banget buat cuci mata.

    Gw dan Kak Fredo mencari tempat yang sedikit sepi. Kita berdua ngobrol sambil ngeliatin dan ngomentarin tingkah pola orang di sekitar.

    "Lu liat deh orang di sana, Kak..."
    "Yang mana?"
    "Lu liat ke sebalah kanan. Cewek pake baju merah sama cowok..."
    "Ya, kenapa?"
    "Kayaknya lagi pacaran deh. Kira-kira mereka ngobrolin apaan ya?"
    "Palingan ngengombal."
    "Oh ya?"
    "Liat aja si cewek senyum-senyum tersipu-sipu gitu..."
    "Siapa tahu aja cowoknya lagi ngelawak..."
    "Kalo ngelawak pasti ceweknya ngakaklah, bukan tersipu-sipu gitu."
    "Ya juga sih..."
    "Nah, kalo yang di seberang kayak cabe-cabean ya?"
    Gw melihat ke arah yang ditunjuk Kak Fredo. Ada tiga orang cewek ABG sekitar usia 13-an lagi ngobrol dengan gerak gerik centil macam rombongan penonton alay di Teve.
    "Pas banget. Ada cabe-cabean dan ada terong-terongan juga," gw mengarahkan telapak tangan gw ke Kak Fredo.
    "Dan lu terong dicabein."
    "Enak dong. Terong balado."
    "Balado si Roy."
    "Itu balada, Pakk."
    "Balada itu... Yang pernah menjajah kita."
    "Jepang maksudnya?"
    "Belandaaaa. Ih!"
    "Belanda itu... Belanda ke pasar yukkk..."
    "Belanja---eh, eh, liat tuh yang baru datang. Ceweknya nempel banget sama cowoknya..."
    "Kembar siam kali, Pak."
    "Hahahaha. Cowoknya keenakan dada ceweknya nempel di belakang."
    "Ceweknya juga keenakan dadanya kegesek sama belakang cowoknya."
    "Hahahahah...!" kita ngakak bareng.
    Belum reda ketawa tentang cowok-cewek barusan, kita berdua udah ngomentarin seorang Bapak-bapak yang baru aja melintasi kami. Si bapak bertubuh tambun itu kayaknya mau menuju penjual batu akik yang letaknya tak jauh dari tempat kami duduk. Tebakan kami itu semakin kuat ketika melirik jari jemari tangannya.
    "Gila, nih bapak cincinnya segede-gede tampa," komen Kak Fredo.
    "Busyet! 4 jari pake cincin semua. Sekilo ada kali berat totalnya, xixixi..."
    "Udah berlebihan yak kalo sepuluh jari dipasangin cincin semua. Gak ada bagus-bagusnya sama sekali kalo udah berlebihan..."
    "Itu kan kata lu. Kata dia mah keren lah."
    "Keren atau nggak itukan orang yang menilai..."
    "Lu bisa bilang nggak keren, tapi orang lain menilai itu keren..."
    "Menurut lu sendiri gimana? Keren nggak?"
    "Menurut gw sih norak..."
    "Tuuuhh... Norak kan??"
    "Kalo dibogem sama jari bercincin gede-gede gitu pasti greget ya."
    "Mau coba?"
    "Gak ah, tenkyu. Lu aja dah."
    "Gw maunya dibogem sama cintamu."
    "Hoaaammmzzz."
    Kak Fredo senyum kecut.

    Entah berapa lama gw dan Kak Fredo nambah timbunan dosa di sana (secara ngomongin orang) sebelum akhirnya kita memutuskan buat pulang.


    ***

    Gw yang habis ganti pakaian setelah mandi sore buru-buru nyambar HP di atas meja ketika dengar lagu tanda pesan WA berkumandang.

    WA dari Rizky.

    Rizky : sore al

    Gak penting banget! Gw masih kesal sama aksi miscall dia tadi siang.

    Rizky : udah pulang?

    Pulang?

    Gw: ngomong apa sih lu
    Rizky : lu
    Gw : gak jelas
    Rizky : lu tadi pergi sm cowok iyakan?
    Gw : iya. Tau dr mn?
    Rizky : gw liat.
    Gw : dmn?
    Rizky : tempat makan
    Gw : oh ya? Lu ada disn? Kok gw nggak liat?
    Rizky : Lu mah emang gak pernah mandang gw kali.

    Gw spontan mengigit bibir baca sindirannya.

    Gw : jadi karena itu lu miskol2 gw?
    Rizky : iya. Gw cm mastiin kalo gw gak salah liat. Gw miscall nyaut, ternyata emang lu
    Gw : o gitu. Tp gk perlu miskol puluhan kali juga dong
    Rizky : cm 4 kali jg
    Gw : lu duduk dmn tadi? Sm anak2 sma itu bukan?
    Rizky : iya.
    Gw : knp lu gak negur gw?
    Rizky : ngarep gw tegur yaaa??? (emot kedip mata)
    Gw : tumben aja. Biasanya lu kan gitu.
    Rizky : gw lg sama tman2. Lu sm cowok. Itu cowok yang waktu itukan?
    Gw : iya. Tman abang gw
    Rizky : kok bs sm dia?
    Gw : knp? Dia teman gw jg
    Rizky : makan cuma berdua aja
    Gw : emang knp?
    Rizky : lu pacaran ya sm dia?
    Gw : kepo.
    Rizky : lu pdkt sm dia?
    Gw : kepoo
    Rizky : lu suka sm dia?
    Gw : kepooo
    Rizky : jd yg gitu tipe lu? Cakepan jg gw kemana-mana lah.
    Gw : udah deh. Interaksi sm lu pasti ujung2nya gak jelas!!!
    Rizky : namanya siapa?
    Gw : gak tau.

    Nih bocah bikin bete aja, gerutu gw.

    ***
    whattpad @lockyyyy
  • lulu_75lulu_75 ✭✭✭✭✭ Diamond
    edited May 2015
    bang @Locky ditunggu lanjutan ceritanya ...
  • soratanzsoratanz ✭✭ Silver
    @Locky kk jgn lupa mention gua juga ya
Sign In or Register to comment.