BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!

Jika ada pelanggaran Aturan Pakai, klik di "Laporkan" pada pesan tsb.



Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

"I LOV U GUH"

senoseno ✭✭ Silver
edited March 2013 in BoyzStories
INI ADALAH SALAH SATU TULISAN PENDEK SAYA DI FORUM SEBELAH.
SEKALIAN BARU NGUMPULIN IDE UNTUK MENULIS KELANJUTAN TULISANKU YANG BELUM KELAR KUTULIS.
AKU YAKIN BEBERAPA SUDAH ADA YANG MEMBACANYA.
DAN...KUTAMPILKAN DI FORUM INI , SIAPA TAHU ADA YANG BERMINAT UNTUK MEMBACA.
MENURUT KOMENT BEBERAPA TEMAN...INI SALAH SATU TULISAN TERGALAU...HEHEHE.
PENDEK KOK...SEKALI TAMAT SAJA.
OH YA..INI BERCERITA TENTANG PERTEMUANKU KEMBALI DENGAN TEGUH SETELAH SEKIAN LAMA TERPISAH. TEGUH MERUPAKAN SALAH SATU TOKOH DI CERITA NEGERI DIBALIK AWAN.
MET MEMBACA...
«13

Komentar

  • senoseno ✭✭ Silver
    Kucopot jaket dan kulemparkan pelan di sofa dan kuletakkan tas punggung disampingku
    Suasana begitu hening dan sepinya
    Aku terduduk di sofa dan kuhidupkan ac kantor
    Kuhihirup nafas panjang, merenggangkan tubuh sekedar menghilangkan kepenatan akibat perjalanan dari kota jogja

    Magelang memang kota yang tidak begitu besar, apalagi kantor cabang ini letaknya tidak di pusat kota
    Terasa sangat sepi malam ini

    Aku mampir kantor di magelang dalam rangka lembur mengerjakan beberapa laporan bulanan yang memang deadline di esok hari
    Tadi sempat berfikir kalau aku kerjakan di semarang mungkin tidak akan selesai mengingat perjalanan magelang semarang masih butuh waktu lama
    Maka tadi kutelepon pihak kantor di magelang bahwa aku akan mampir dan sekaligus lembur disini
    Dan aku minta kunci gerbang pada salah satu pegawai sore tadi.

    Tiba-tiba hatiku berdebar
    Aku menunggu kedatangan seseorang
    Yahh…seseorang yang aku sayangi
    Dia teguh…
    Teguh yang selama aku di desa di lereng gunung prau begitu dalamnya mengisi hatiku
    Masih kuingat ketika dia setiap malam menemaniku tidur, menemani aku menjelajah desa dan…selalu membantuku menggosok punggungku dengan batu kali dan sabun disaat aku mandi di pancuran pinggir kali.

    Sekali lagi aku menghela nafas
    Aku mengingat semuanya…semua kenangan bersama teguh dan kehidupanku di desa di lereng prau
    Tiba-tiba aku kangen teguh
    Telah setahun lamanya aku tak bertemu dia

    Dan………………
    Ini seperti mimpi
    Tadi pagi ketika perjalanan ke jogja, di jalan sebelum masuk kota magelang
    Ada jeritan seseorang yang mengendarai sepeda motor menyebut namaku keras diiringi suara klakson sepedanya bertalu-talu
    Aku berhenti dan menoleh….

    Aku memandang takjub pada cowok berkulit putih yang benar-benar tak kukenal
    Dia tersenyum lebar
    Wajahnya bersinar terterpa sinar matahari pagi
    Aku masih tertegun bingung dan benar-benar tak merasa mengenal cowok yang satu ini
    Dia memarkir sepeda motornya di pinggir jalan dan aku menunggu dalam posisi masih duduk di sepeda motorku
    Aku masih memandangnya bingung

    Dia menghampiriku
    Wajahnya semakin lama semakin cakep ketika dia tertawa lebar mendekat
    Barisan gigi-giginya yang putih di iringi lesung pipinya yang kemerahan sungguh membuatku tak bisa berkata-kata

    “mas ajiii…mau kemana mas…alhamdulillah bisa ketemu disini, nggak nyangka…sungguh nggak nyangka” suaranya setengah berteriak dengan mimik wajah penuh keceriaan
    Aku tersenyum lebar dan dalam hati aku benar-benar masih belum paham aku berhadapan dengan siapa

    Dengan pelan dia mencopot helmnya dan memegangnya disisi pinggangnya
    Kini kesempurnaan wajahnya jelas tergambar di hadapanku
    Aku seperti mati rasa terpana…
    Di mengulurkan lengannya yang begitu putihnya kearahku dan aku menyambutnya

    Dan seperti petir menyambar hati dan jantungku ketika kesadaran akan ingatanku terhadapnya pulih
    “teguuuhhhhh…yaaa Allooohhhh…teguhhh kamu teguh kan? Duh bener-bener pangling aku guh…” aku setengah berteriak dan langsung melompat turun dari sepeda motorku

    Kurentangkan kedua belah tanganku
    Aku tak peduli lagi pada keramaian jalan raya
    Aku tak peduli lagi pada puluhan pasang mata yang memandangku
    Aku tak peduli lagi pada sekitarku
    Ketika dia telah larut dalam pelukanku
    Yahhh kini teguh dalam pelukanku
    Setahun tak bertemu rasanya begitu banyak perubahan pada fisiknya
    Dia bertambah besar
    Tambah tinggi
    Tambah manis dan tentu saja tambah tampan
    Kulitnya begitu putihnya terterpa sinar mentari
    Rambutnya juga lebih modis
    Dan….
    Satu hal saja yang tak berubah
    Senyumnya begitu manis
    Dan….
    Pipinya masih menampilkan rona kemerahan ketika terterpa panas mentari
    Dia teguhku…
    Teguhku yang selama ini aku rindu

    Kami menepi
    Aku hilang kata-kata
    Bingung…mau bicara apa, semua ini nampak begitu mendadaknya

    “mas aji mau kemana mas?”
    Aku menggeleng pelan sambil tertawa lebar
    “mau ke jogja guh, kamu kok di sini, eh…gimana sudah lulus SMA ya sekarang?”
    “iya mas, udah lulus…dan…hmmm”
    Kulihat dia ragu untuk melanjutkan kata-katanya
    “uhhhh…kamu nggak berubah, selalu sungkan kalau denganku..hehehe, ada apa guh?”
    Dia masih tersenyum lebar
    “aku sekarang di magelang mas, kerja…”
    “hahhhh…kerja? Kerja apaan?”
    Aku kaget
    Masih kuingat, dulu teguh begitu berapi-api ingin melanjutkan studynya ke perguruan tinggi dan sekarang dia kerja

    Dia masih terdiam menunduk
    “Ceritanya panjang mas…aku jadi sales mas”
    Aku tertegun
    Sekarang kulihat rona wajah teguh berubah menjadi sendu
    Dan tiba-tiba aku seperti ikut larut dalam alunan hidupnya

    “ohhh iya guh, kamu tinggalnya dimana?”
    “di magelang sini mas”
    “ohhh…ya udah nanti malam kalau kita ketemu gimana, kebetulan nanti malam aku nginep di kantor cabang di sini”
    “hahh…kantornya mas aji juga ada di magelang to?”
    Aku mengangguk
    “ini nomer hpku guh”
    Ku keluarkan dompet dan kuberi satu lembar kartu namaku
    Dia menerimanya sambil membaca sekilas kartu namaku
    “makasih ya mas”
    Ku elus pundaknya pelan
    Dia memandangku
    “ada apa mas?”
    “nggak apa-apa guh, Cuma tadi bisa-bisa aku kok pangling hehehehe”
    “iya mas, tambah jelek ya?”
    “nggaakkk…kamu sekarang cakep banget…”
    “ahhh mas aji menghina ya?, eh ya udah mas, aku mau melanjutkan kerja, sampai ketemu nanti malem di kantor ya?’
    “okeee….sms aku ya?”
    Dia menyalamiku dan kembali memakai helmnya
    Menstarter sepeda motornya dan menoleh sambil tersenyum lebar ke arahku
    Kupandang teguh dengan mata nanar
    Sungguh pagi ini aku tak mengira bakal ketemu teguh lagi
  • senoseno ✭✭ Silver
    Pukul 19.45…tapi teguh belum juga menghubungi aku
    Entahlah hatiku semakin gelisah menantinya
    Tadi aku telah selesai mandi dan makan sedikit cemilan sambil nonton televisi sekedar menghilangkan kegelisahan menunggu teguh

    Kuhidupkan laptop dan langsung kupasang flashdisk dan langsung aku telah larut dalam data-data yang akan aku kerjakan
    Tiba-tiba HP ku berdering, kulihat sebuah nomor asing
    Aku hampir berteriak kegirangan…ini pasti teguh

    Langsung ku angkat
    “hallooo…”
    “iya mas..maaf aku baru sampai di depan kantor mas aji, tapi gerbangnya kok di kunci mas?”
    “ohhh guh, ya udah, tunggu…. aku ke depan, kubuka dulu ya?”

    Kuletakkan hp ku dan aku langsung berlari menuju gerbang
    Kulihat sosok teguh masih di atas sepeda motornya
    “hey guh…dah lama ya?” tanyaku setengah berteriak
    “baru aja yampe kok mas…”
    Kubuka gerbang dan pelan sepeda mototrnya masuk halaman kantor

    Kututup kembali pintu gerbang
    Dan aku menghapiri teguh yang sedang melepas helmnya dari kepalanya
    Wajahnya tetap tampan walau hanya disinari temaram lampu halaman kantorku

    Dia memakai jaket berwarna coklat muda yang reslitingnya turun setengah menampilkan baru birunya yang bergaris
    Hmmm…menurutku apapun yang dia pakai pasti teguh terlihat begitu tampannya

    Aku mendekat dengan senyum lebar
    Sekali lagi secara reflek tanganku tanganku terbuka
    Dan sekali algi dia telah menghambur dalam pelukanku
    Kali ini sangat erat
    Rinduku telah membuncah pecah

    “aku kangeeennn…”bisikku disisi telinganya
    “aku juga mas” dia berkata lirih
    Sejenak kami terus berpelukan diantara angin malam magelang yang begitu sejuk menerpa

    Kulepaskan pelukanku
    “ayo masuk guh, ehh…kamu dah makan lom guh?”
    “udaahhh…”
    Dia tetap menggandeng tanganku erat masuk ke dalam kantor

    “mas aji baru ngapain nih?’
    Dia melihat laptopku terbuka
    “aku ada lemburan kok guh, kamu emangnya nggak ada acara malam ini ya?”
    “ahhh nyante sajalah mas, nggak ada kok, duh aku jadi ganggu mas aji kerja ya?”
    Aku tersenyum
    Anak ini masih saja sopan kepadaku
    “hehehe mosok ganggu, yang ada kau malah tambah semangat, lembur di temani kamu”
    Diapun tersenyum

    Aku mendekat dan duduk disisinya
    Kupeluk pundaknya erat
    “guh…”
    “iya mas”
    “aku tak sabar pengin dengar ceritamu…” ujarku lirih

    Dia menoleh
    Dan sejenak tatapan mata kami beradu
    Kali ini aku dengan jelas dapat mengamati wajahnya
    Wajahnya sangat putih
    Hidungnya begitu mancung
    Dan rahangnya kokoh
    Bibirnya kemerahan basah dan berisi
    Bibir yang dulu pernah kulumat…hmmm
    Ohhh…bagiku kali ini teguh adalah kesempurnaan

    “cerita apa mas?”
    “napa kamu bisa sampai magelang”
    “ohhh itu ya..”
    “iya”
    Dia mengambil nafas

    “yahhh…mungkin mas aji kaget ya, dulu aku begitu optimis akan kuliah setelah lulus, ternyata Tuhan menghendaki lain mas”
    “napa guh?” tanyaku nggak sabar
    “emmm…anu mas, dulu bapakku sebenarnya sudah ngumpulin uang buat aku kuliah, tapi ibuku sakit mas, harus operasi, butuh biaya banyak mas, akhirnya uang habis untuk biaya rumah sakit mas, jadi aku ngalah dulu, mungkin jika ada rejeki tahun depan aku baru akan kuliah”

    Aku kaget
    “sakit? sakit apa guh?”
    “katanya sih tumor kandungan, jadi kandungan ibuku harus diangkat gitu”
    “ohhh…napa kamu kerja, bukannya di rumah bantu orang tua?”
    “ahhh…sebenarnya aku nggak sengaja sih, kebetulan ada temen sekolah dulu nawarin aku kerja, jadi ya udah aku langsung masuk aja, itung-itung untuk tambah pengalaman mas, mumpung masih muda”
    “guhh…tapi kan bukan jadi sales gitu, bisa kek kerja apa gitu yang nggak menguras energi”
    “ya ndak apa-apa lah mas, emangnya lulusan SMA mau kerja jadi apa?”
    “ya apa lah, di kantor misalnya, eh kenapa kalau pengin kerja nggak hubungi aku saja, siapa tau aku kan bisa bantu cariin kamu kerja, mungkin di tempatku…”

    Dia tersenyum
    “akhh…mas aji lupa ya?, mas aji kan nggak pernah kasih nomer hp ke aku, gimana cara hubungi mas aji coba….hehehehe”
    “hehehehe iya juga sih, lagian kamu kan dulu belum punya hp, jadi untuk apa juga kau kasih kamu nomer hp ku” jawabku sambil garuk-garuk kepala tak gatal
    Sejenak dia terdiam

    “mas…lagian aku juga ingin mandiri, aku tak ingin kerja hanya karena ada koneksi dengan seseorang di perusahaan, aku ingin mencari sendiri pekerjaan yang aku suka”

    Aku tertegun mendengarnya
    Teguh ternyata tidak berubah
    Dia masih menjadi sosok yang begitu baiknya
    Dia tidak mau menjadi beban orang lain
    Dia juga mau mengalah untuk tidak kuliah demi kesehatan ibunya
    Dia memang anak baik
    Dan untuk kesekian kalinya aku kagum terhadapnya
  • senoseno ✭✭ Silver
    Aku bangkit menuju meja komputerku
    “guhh…sini, kamu sudah bisa ngenet?, kalau dah bisa silakan ngenet saja disini, gratis kok”
    “ohhh…disini sudah bisa untuk ngenet ya?”
    Aku mengangguk
    “nggak ahh, takutnya entar ganggu mas aji ngerjain lemburannya ?”
    “nggak pa pa lah, disini banyak komputer kok”

    Pelan teguh mendekatiku
    Duduk disampingku
    “guh, kamu sudah bisa ngenet?”
    “udah mas, bahkan aku sudah punya facebook kok”
    “hahh…yang bener? Kok aku nggak tahu? Mana alamat fb mu guh?”
    “nanti lah aku tunjukin ke mas aji”
    “okee…”
    Sejenak suasana hening
    Aku kembali ke keyboard mengetik beberapa alamat dalam internet

    “guhh…”ucapku sambil berbisik pelan
    “iyaa mass…”
    Sejenak aku ragu mengungkapkan
    “udah pernah buka situs dewasa?” pancingku sambil berbisik di telinganya
    Dia kaget memandangku sambil senyum
    Dia menggeleng pelan
    Akupun tersenyum

    “emang situsnya apaan mas…”ujarnya dengan nada ragu dan lirih
    Bentar ya, aku bukain….
    Akupun mengetik sebuah situs dewasa
    Dan terpampanglah gambar-gambar vulgar di layar komputer
    Teguh sedikit terbelalak kaget
    Pipinya langsung memerah manis

    “guhh…”ujarku pelan
    “ya mas..”ujarnya dengan sedikit bergetar
    “kamu belum pernah lihat gambar beginian?”
    Dia menggeleng…”belum mas…” ujarnya lirih
    “entar ada filmnya juga kalau kamu mau”
    “ohhhh…”dia masih syock
    “mau lihat filmnya?”
    Dia terdiam kelu
    “bentar ya, aku bukain filmnya”lanjutku

    Aku segera menuju link film
    Film dewasa, tentang hubungan intim laki-laki perempuan
    Dan segera film mulai jalan
    Tentang seorang laki-laki cakep sedang berhubungan intim dengan ganasnya dengan seorang perempuan
    Teguh semakin terdiam kelu
    Pipinya semakin memerah
    “udah guh kalau mau nonton, duduk sini!, aku mau ngerjain tugas di komputer sana” ujarku
    Teguhpun tanpa menjawab segera bergeser duduk tepat di depan layar monitor
    Dia begitu seriusnya menonton film
    Kulirik dia, pipinya semakin memerah
    Dia semakin manis jika sedang horny
    Dan aku paham semua itu…
    sungguh aku tak mengira, anak seusia teguh masih begitu lugunya
    ternyata dia belum pernah melihat situs-situs beginian
    dia masih begitu polosnya walau sudah tinggal di kota
    dalam hati aku terus tersenyum memandangnya
    memandang dia yang begitu serius menikmati tontonan di di deannya
    dengan pipi memerah
    dan dia betul-betul tambah manis bila kupandang
  • senoseno ✭✭ Silver
    Kembali aku sibuk dengan data-dataku yang harus aku kerjakan
    Kutinggalkan teguh yang sedang asyik melihat film di depan komputernya
    Suasana hening, akupun tak ingin ‘mengganggu’ teguh yang sedang asyik pada tontonan pertamanya
    Sesekali kulirik dia, dalam hati aku geli melihat teguh yang mulai gelisah duduknya

    Setengah jam berlalu
    Suasana masih hening
    Aku masih begitu sibuknya merubah angka-angka di layar monitorku
    Dan tiba-tiba kurasakan teguh telah di dekatku
    Ternyata dia telah selesai menontonnya

    “mass…”
    Aku langsung menoleh, memandangnya yang sedang berdiri di sampingku
    Aku tersenyum
    “mas aji ngetik apaan?”
    “tugas kantor guh”
    “wahh…enak juga kerjaan mas aji ya, tiap hari cuman duduk di depan komputer”
    “nggak juga guh, sama aja, kadang aku juga bosen kok guh, kalau mau kamu juga bisa dapat kerjaan kayak aku”
    “nggak ahh…aku belum ingin kerjaan yang mikir-mikir kayak gitu, bikin pusing”
    “guh, emangnya kamu sales apaan?”
    “sales produk minuman mas”
    “ohh…sistemnya setor atau nyari pelanggan guh?”
    “hmmm keduanya, ada pembagian area kok jadi nggak susah”
    “pake sepeda motor?”
    “nggak, pake mobil kok mas, satu mobil dua orang”
    “hmmm…pasti kamu punya banyak langganan ya?” mataku sambil mengerling
    Dia tersenyum simpul
    “napa?” tanyaku curiga dengan senyumannya

    Kutarik pelan lengannya hingga dia duduk berhimpitan denganku
    “ayoo napa senyum-senyum?”
    “hehehe…nggak pa pa kok mas”
    “ayolah cerita…pasti ada langganan yang naksir kamu to?”
    Dia bertambah lebar senyumnya
    “kok mas aji tau?”
    “ya taulah…kalau salesnya secakep kamu, dan jika aku pedagang, aku pasti dengan suka rela menjadi langgananmu, hehehe”
    “uhhh…mas aji bisa ja” dia tambah tersenyum tersipu
    Dari jarak yang sedemikian dekat wajah teguh semakin terlihat begitu tampannya

    “ayoooo….”
    “ayooo apa?”
    “cerita dong…”
    “hmmm..iya sih” ujarnya ragu
    Dia masih tediam dan aku menunggu
    Dia cuman senyum-senyum bikin aku tambah penasaran saja
    “ahhh kamu ini, ya udah kalau nggak mau cerita!” ujarku pura-pura sewot
    “hmmm…biasa saja kok mas”
    “apanya yang biasa?”
    “ya gitulah mas”
    “apanya?”
    “ada yang naksir aku….”
    “hahhh…selamat ya…hahahha…gitu aja kok susah banget ceritanya, hmmmm…cantik nggak guh”
    Teguh menggelengkan kepalanya keras
    “hahahahaha…..” aku tertawa geli dengan kepolosannya
    “uhhh…mas aji malah ketawa” dia cemberut
    “ya udah…cerita dong…ayolah…”
    “ahhh…entar malah ganggu mas aji kerja”
    Dia hampir bangkit dari duduknya
    Kucekal erat lengannya untuk menahan agar dia tidak pergi dari sisiku
    “nggak ganggu! Ini aja hampir selesai kerjaanku…ayooo, cerita dong”

    Dengan pelan akhirnya dia kembali duduk merapat disisiku
    “nggak cakep, uhhh…kemaren aku kan tugas nganter barang ke warungnya kebetulan sendirian, tau nggak mas, pas tau aku datang cuman sendirian aku langsung diseret masuk dan hampir mau diperkosanya”
    “hahhh di perkosa???…hahahhaha…asyik dong diperkosa”
    “uhhh” teguh tambah cemberut
    “kok uhh?”
    “mas aji ngeledek ya? Kalo yang merkosa masih muda, cantik, itu baru yang namanya asyik, lha ini udah tua kok mas, janda dua anak lagi!”
    “janda???....hahahahhahaha…..” aku tambah keras tertawanya
    Dan kulihat teguh tambah cemberut jengkel
    “tuhhhh kan mas aji…”

    Kurangkul pundaknya erat
    Aku belum terhenti tertawa geli dan kulihat teguh masih saja cemberut, mengenang nasibnya yang mau diperkosa janda beranak dua
    Dalam hati aku paham, janda itu pasti terpesona melihat teguh yang sedemikian cakepnya
    “guhhh…”ujarku dengan nada serius
    “ya mass” dia juga dengan wajah serius
    “boleh aku tanya?” kali ini aku masih menampakkan wajah serius
    “ya mas, tanya apa?”
    “hmmmm…kalau dengan mpok ati janda yang mau merkosa kamu masih cakep mana guh?”
    Pecah juga ketawaku melihat dia melongo
    “tuhhh kann? Mas ajiiiiiiiiiiiii….” Dia menjerit dan nyubit keras pinggangku
    Aku masih tertawa geli

    “ya udah…kali ini aku serius guh…bener-bener mau tanya serius, kamu dah punya pacar guh?”
    Di memndangku diam
    Dan akhirnya dia mengangguk pelan
    Sisi lain hatiku pedih melihat kenyataan teguh sekarang sudah punya pacar
    Tapi aku harus sadar, itu hak dia untuk mendapatkan orang yang dia sayangi

    “cewek mana guh?”
    “dia dulu adik kelasku mas…yahhh baru sekedar teman dekat kok mas”
    “dah kamu ‘tembak’ dia?”
    Teguh mengangguk
    “brarti dah resmi pacaran tuh”
    Teguh tersenyum
    “kok senyum?’
    “yahh gitu lah” ujarnya cuek
    “wahhhh…dah kau apain tuh cewek?”
    “hahh mas aji ada-ada saja, emang diapain mas?”
    Aku mengerling nakal kearahnya
    “hmmm…pernah peluk-peluk dia?”
    Dia menggeleng
    “pernah cium dia?”
    Dia kembali menggeleng
    “lho kalau kamu pacaran trus ngapain aja”
    “ya ngobrol palingan, trus maen kemana gitu”
    “Cuma gitu?”
    Dia mengangguk

    Aku terdiam memandangnya
    Dalam hati aku salut dengan sikapnya
    Dia lain dengan remaja-remaja saat ini

    Aku tersenyum
    “mas aji napa senyum-senyum?”
    “uhhh….dulu kan aku pernah ngajarin kamu ciuman, mosok lupa?”
    “uhhhh….”pipinya merona merah menahan malu
    Entahlah teguh punya kelebihan dalam meronakan pipinya dengan begitu alami
    “napa?” ujarku masih dengan senyum
    “aku…hmmmm…aku nggak pernah lupa ciuman dengan mas aji kok”
    Pipinya semakin merah dan aku semakin gemas memandangnya
    Dia menunduk……………..
    Dia menunduk karena mungkin teringat ketika ‘kuajari’ dia ciuman waktu di desa dulu

    “guhh…”
    “ya mas” dia kali ini memandangku
    Aku mengambil nafas sekedar menahan gejolak jiwaku yang mungkin menggelegak memandang wajahnya yang begitu manisnya
    “aku pengin cium kamu lagi, boleh?” ujarku lirih dan pelan dengan suara sedikit serak
    Aku bertanya mirip orang berjudi
    Jawabannya juga sifatnya untung-untungan saja

    Teguh hanya melongo diam
    Bibirnya yang merah basah sangat dekat
    Jika mau, saat itu juga bibirnya sudah kulumat, tapi kuurungkan niat
    Aku tak ingin memaksa, jika dia tidak mau

    Dia hanya diam
    Kutunggu beberapa detik
    Dia masih diam
    Dan aku tahu dia ragu untuk menjawabnya
    Dia masih diam
    Dan bagiku ini adalah persetujuannya

    Kuraih bagian belakang kepalanya
    Kudekatkan wajahku di wajahnya
    Amat dekat hingga kurasakan nafasnya yang segar menyapu pelan wajahku
    Aku terpesona…
    Aku terpesona dengan pipinya
    Aku terpesona dengan bibirnya yang merah manis merekah
    Aku terpesona dengan hidungnya
    Dan aku terpesona dengan keseluruhan yang saat ini tepat ada di depanku
    Dan Aku dibuatnya mabuk oleh keterpesonaanku

    Teguh masih terdiam….
    Dan pelan kutempelkan bibirku di bibirnya
    Kurasakan nafasnya menyapu pelan hidungku, menyadikan aroma segar yang membangkitkan gelora jiwaku
    Kurasakan hangat bibirnya basah menempel
    Aku terhenti beberapa detik
    Dan….
    Selajutnya kulumat pelan
    Dia tidak berontak
    Kurasakan nafasnya yang semakin cepat
    Kulumat dan terus kulumat
    Manis…kenyal dan susah untuk sekedar diungkapkan dengan kata-kata
    Tanganku semakin erat mencengkeram bagian belakang kepalanya
    Teguh mendesah pelan
    Dan aku tahu teguh juga menikmati ciumanku

    Lumatanku beralih…
    Turuh ke bibir bawahnya…
    Turun ke janggutnya yang mulus
    Dan…
    Kujilat serta kugigit pelan lehernya
    Teguh semakin mendesah
    Dan dia semakin memper erat pelukannya
    Dan aku semakin lupa diri
    Kembali kulumat bibirnya
    Entahlah…semua menjadi tak terkendali
    Jilatan dan lumatan bibirku menjelajah wajahnya
    Dan teguh hanya bisa mengerang…

    Tiba-tiba dia melepaskan pelukannya
    Dan dengan cepat dia berdiri
    Bangkit…berjalan menjauh dari tempat duduknya
    Diam…
    Tak ada kata yang terucap dari bibirnya
    Di tinggalkannya aku yang hanya duduk memandangnya dengan penuh tanya
    Ada kekecewaan dihatinya atas sikapku
    Aku tahu dan paham betul ada luka dihatinya yang sulit untuk di ungkapkan
    Dan….
    Ada perih dan luka dihatiku
    Dan….
    Yang pasti ada penyesalan yang tak termaafkan atas sikapku yang hanya menuruti nafsu semata
    Tak terasa gelora berganti dengan air mata yang mulai menggenang dipelupuk mataku
    Aku menyesal….
    Aku menyesal…..
    Aku menyesal…..
    Maafkan aku guh….

    Aku berjalan mendekatinya
    Menghampiri punggungnya yang duduk membelakangiku
    Aku harus berani memanggul konsekuensi atas perbuatan yang tadi kulakukan
    apaun juga…
    aku harus siap menanggungnya

  • senoseno ✭✭ Silver
    kudekati punggungnya
    dia duduk menghadap komputer tempat dia tadi menonton filmaku semakin pelan mendekat
    rasa bersalahku rasanya menahan langkah kakiku
    kuelus pelan pundaknya

    "guhhh...." suaraku lirih dan bergetar
    dia terdiam
    kuamati sekilas layar monitor
    dia ternyata sedang membuka face book nya dia
    ada namanya di sana

    sekali lagi kuelus pundaknya dan kuremas pelan
    "guhhh...."
    dia masih terdiam
    aku membungkuk, kutempelkan wajahku disisi telingannya
    "maafin aku yaa...maaf ya" ujarku lirih
    kurasakan teguh sedikit mengangguk pelan

    diamnya teguh malah semakin menumpuk rasa bersalahku
    uhhh...kenapa aku selalu berbuat sesuatu dengan tanpa perhitungan
    aku menyesal
    tapi aku sadar, penyesalan selalu tanpa arti sebab selalu datang setelah semua kesalahan terjadi

    teguh masih diam cuek dan mulai mengetik sesuatu di facebooknya
    "mass ..." akhirnya dia bersuara
    suaranya yang lembut bagai angin surga menerpaku
    "ya guhh"
    "duduk sini mas"
    akupun duduk disisinya
    dalam hati aku begitu senangnya teguh mau mengajakku berbicara
    "ini mas facebookku..."
    aku kaget, ternyata teguh berusaha mengalihkan pembicaraan dari peristiwa ciuman tadi ke face book

    aku terdiam kelu
    tapi aku harus meminta maaf sekali lagi biar hatiku tenang
    "iya guh.."
    dia masih diam

    "guhh.."
    "iya mas" dia menoleh, wajahnya yang manis sangat dekat dengan wajahku
    "maafkan aku ya, tadi aku berbuat...."
    "udaahhhh..."potong teguh
    "tapi guh, tetep aku harus minta maaf"
    "iya mas, aku maafin, ngga pa pa kok mas"

    dia kembali ke arah monitor
    entahlah, aku masih kurang puas dengan jawabannya
    "guhh..."
    "hmmm" dia cuma mengguman pelan
    "napa kamu menghindar ketika kucium tadi?"
    dia kembali diam

    aku menunggu jawabannya
    masih diam
    dan aku terus menunggu
    "napa guh?" tanyaku nggak sabar

    dia menoleh memandangku lekat
    "aku...aku...tak ingin lupa diri..."
    "maksudmu guh?"
    "yahhh...aku tak ingin lupa diri, karena tadi dan sejak dulu aku selalu menikmati ciuman dari mas aji" ujarnya lirih

    aku kaget
    dalam hati aku merasa begitu berdosa
    kupeluk dia erat
    lamaaa
    dan terus kupeluk
    "maafkan aku guuhhhh..."
  • senoseno ✭✭ Silver
    kulirik jam dinding
    pukul 21.35…sudah malam ternyata dan mungkin karena kesibukan masing-masing hingga tak terasa dua jam telah berlalu
    kulihat teguh sedang chating dengan seseorang di facebook, mungkin dengan ceweknya
    kubiarkan saja…
    kadang-kadang di cekikikan tertawa sendiri
    dan sesekali aku menoleh sekedar memastikan keadaannya
    dan aku sadar, dia memang sedang berada di ‘dunianya’ dan sekali lagi aku harus menyadarinya

    dan ternyata kesibukanku mengalahkan segalanya
    aku mulai mengeprint beberapa laporan, mengecek kembali dan kemudian menata kertas sesuai urutan halaman
    teguh masih saja asyik dengan chating di facebooknya
    kami seperti punya kesibukan sendiri-sendiri dan seperti ada kesepakatan untuk tidak mengganggu kesibukan masing-masing

    akhhh…akhirnya selesai juga pekerjaanku
    tinggal menata dan mengurutkan hasil print untuk aku buat laporan besok
    kulihat teguh masih asyik dengan internetnya
    aku gembira memandangnya, dia dengan cepat melupakan insiden ciuman tadi
    dalam hati aku benar-benar menyesal merusak moment pertemuanku dengan teguh akibat tindakan cerobohku menciumnya
    bagiku mungkin hal yang wajar, tapi bagi teguh ciuman merupakan hal yang istimewa yang sangat berarti dalam kehidupannya

    “guh, lapar neh…nyari makan yuk?” ajakku
    Di menoleh sedikit kaget
    “mau makan apa mas?”
    “terserah kamu lah, kan kamu yang nraktir aku” ucapku sambil mengerling menggodanya
    “yeeeee….maksa!”
    “hehehehe…ya udah, kamu aku traktir, mau makan apa terserah kamu deh”
    Dia terdiam sejenak
    “hmmm…nasi goreng saja mas”
    “oke…dimana?”
    “tuh…di depan kantor, hehehehe”
    “okhhh…” aku kaget
    Aku sedikit bergerak ke arah jendela kaca, dan benar saja, di depan kantor ada warung tenda nasi goreng
    “ya udah guh, kita ambil piring di dapur, kita pesen dan bawa kesini lagi, makan disini saja, gimana?”
    “setuju boss…..dapurnya dimana?”
    Aku menunjuk ke arah dapur dan teguh segera berlari ke arahnya
    Aku Cuma tersenyum memandangnya
  • senoseno ✭✭ Silver
    Bentuk kantor ini mirip huruf ‘o’, bangunan berderet melingkar
    Bagian tengah ada lahan yang tidak begitu luas dengan taman sederhana
    Sehingga siapapun yang ada di taman takkan terlihat orang dari luar karena tertutup bangunan
    Ada lampu taman
    Dan ada beberapa pohon perdu yang dipotong rapi
    Sebenarnya taman ini sederhana, tapi bagiku sangat indah apalagi ada teguh di sisiku

    Aku sengaja mengambil dua kursi disisi taman
    langit sangat cerah dan udara lumayan dingin menusuk tulang
    angin gunung berhembus pelan menerpa tubuh kami hingga serasa menusuk tulang
    kami makan nasi goreng dengan pelan tapi begitu lahapnya sambil ngobrol yang ringan-ringan
    bagiku ini makan malam paling spesial
    makan dengan dihiasi bermilyar bintang di langit
    dan...
    di terangi temaram lampu taman
    suasana sejuk dengan kehangatan penyatuan dua hati

    sesekali kulirik teguh
    kuamati saat dia mengunyah makanan
    sungguh sangat mempesona
    pipinya yang manis bergerak seiring pergerakan gerahamnya
    bagiku teguh selalu mempesona dalam kondisi apapun juga
    aku selalu mengaguminya
    kami duduk berhimpitnn, sesekali kuseruput teh hangat yang kuletakkan di atas batu disisi taman

    aku tahu, sebenarnya rasa nasi goreng ini sederhana saja, tapi entahlah mungkin karena suasana, menjadi begitu lezatnya
    sesekali aku menggoda teguh dengan membuang potongan cabe ke arah piringnya
    selanjutnya dia cemberut dan gelak tawa keluar dari bibirku
    dan teguh membalas dengan memetik dauh kecil dan meleparkannya ke arah piringku tapi dengan sigap aku bisa mengelak sambil cekikikan
    aku senang malam ini
    aku lupa dengan segala kepenatan
    aku bisa lepas dari segala stress akibat menumpuknya pekerjaan
    karena…..
    ada teguh disisiku
    ada tawanya yang mencairkan hatiku yang sempat beku
    ada senyum manisnya yang melenakanku
    aku bahagia malam ini……..
  • senoseno ✭✭ Silver
    “guh…dingin, geser sini biar aku anget” bisikku
    Teguh nurut saja, dia menggeser kursinya sedikit kearahku hingga kedua kursi kayu ini berhimpitan
    Badannya secara reflek menempel erat disisiku
    Ada sedikit kehangatan
    Apalagi saat ini, setelah perut terisi nasi goreng dan teh hangat

    Kuulurkan lenganku dibelakang pundaknya
    Kutarik sedikit badannya hingga sebagian tubuhnya menyatu dengan badanku
    Kehangatan nyata kini menjalar keseluruh tubuhku

    “guhh…”
    “hmmm…”dia hanya mengguman saja
    ”gimana rencanamu selanjutnya?”
    “maksudnya?”
    “yahhh…setelah kamu kerja ini?”
    “nggak tau mas…”
    “kok nggak tau? ,maksudku apa kamu mau meneruskan kerja atau kuliah?”
    Sejenak teguh terdiam sambil mengambil nafas pelan

    “belum tau mas, semenjak ibuku sakit semua rencanaku buyar, saat ini yang kupikirkan bagaimana agar ibu sehat dulu, kalau nanti memungkinkan baru aku mikir kuliah”
    “ohhh…kalau kamu mau, ke semarang saja guh, kerja di kantorku, entar aku bilang ma bossku”

    Teguh menggeleng pelan
    “napa?”
    “akhhh…benernya aku kerja hanya untuk sekedar ngisi waktu luang saja dan cari pengalaman, semarang terlalu jauh bagiku, aku kan juga harus sering-sering pulang untuk menengok kondisi ibu”
    “ohhh gitu ya, ya udah lah, rencanakan saja yang terbaik untukmu, aku mendukungmu”
    “makasih mas..”
    Kupeluk sisi badannya erat
    Suasana tiba-tiba hening
    Dan kini aku paham dengan kondisi teguh
    Dia dalam dilema, antara meneruskan perjuangan hidupnya atau mengurus ibunya yang sedang sakit
    Ohhh…tiba-tiba aku merasa begitu berdosa telah bersenang-senang dalam penderitaannya.

    Pelan teguh mengambil dompet di saku belakangnya
    Dia membuka dan mengambil uang seratusan ribu
    “ada apa guh?”
    Dia tersenyum
    Ditunjukkannya uang seratusan ribu di depanku
    “mas…mas aji inget nggak, dulu waktu di desa, mas aji memberi uang untukku, satu lembar ini ini selalu kusimpan tak akan kugunakan, hmmm…kalau aku kangen dengan mas aji selalu kukeluarkan uang ini, semua ingatanku tentang kita membayang…”
    “okhh…..duh guh, aku beri uang itu kan agar kamu bisa beli apa yang kamu sukai bukan untuk kenang-kenangan”
    “nggak pa pa kok mas, aku juga belum butuh banget uang sebanyak ini”
    “pakai saja guh uang itu…ehhh…emang kamu masih sering kangen ama aku ya?”
    Teguh mengangguk pelan

    Ohhh…secara reflek kupeluk dia
    Kukecup keningnya
    Dan tubuhnya lenyap dalam dekapanku berbalur dengan kehangatan yang menjalar dalam seluruh jiwaku
    “makasih guhh…aku juga sering kangen ama kamu” bisikku parau disisi telinganya


    Laporkan post
  • senoseno ✭✭ Silver

    #################

    Kudekati tubuh teguh dalam keremangan ruang manajer
    Tubuhnya meringkuk di sofa panjang di ruang manajer, dia masih tertidur pulas rupanya
    Semakin mendekat, semakin kudengarkan dengkuran halus dari pernafasannya
    Hmmm…anak yang manis

    Pagi ini seperti biasa aku bangun pukul 3.30
    Sudah minum teh hangat dan mandi
    Badanku sudah begitu segar pagi ini
    Rencananya jam 5 pagi aku berangkat dari magelang menuju semarang untuk kembali beraktifitas

    Semalam teguh aku suruh tidur di sofa ruang manajer dan aku tidur di sofa ruang tamu
    Dan dia anak yang nggak banyak protes
    Dia nurut saja ketika kutawari tidur di sofa
    “nggak pa pa mas, biasa tidur di sofa kok, jadi ngga masalah” katanya
    Aku benernya nggak enak banget ngajak dia tidur di sofa, sebenarnya semalam dia sudah kutawari hotel tapi dia nolak

    Aku membungkuk, mencoba mendekatkan wajahku ke wajahnya
    Ingin sekali lagi kukecup pipinya untuk membangunkannya
    Tiba-tiba wajahnya bergerak dan kuurungkan niat mencium pipinya

    Aku masih terdiam berdiri terpaku
    Dan pelan aku bersimpuh di lantai
    Wajahnya tepat dihadapanku
    Wajah yang manis
    Nafasnya pelan dan dia masih tidur dengan posisi miring menghadapku

    Sebelum berpisah kembali, aku ingin memandangnya sampai puas
    Ingin rasanya kuisi seluruh memori otakku dengan semua tentangnya

    Terus kupandang dan terus kupandang lekat wajahnya
    Pelan jari-jariku menyibak beberapa helai rambut yang jatuh di keningnya
    Kuusap pelan pipinya
    Dan…pelan kukecup keningnya
    Sambil berbisik …”I lov u guh”
    Dia masih terdiam dengan nafas teraturnya

    Aku sadar…aku memang mencintainya
    Dan…
    Aku juga menyadarinya…aku tak berharap banyak menjadi kekasihnya
    Bagiku mencintainya dengan tulus lebih dari sekedar cukup
    Memberi perhatian terhadapnya
    Memberi energi cinta dan sayang untuk penguat jiwanya
    Dan membimbingnya menjadi orang yang layak di sebut orang
    Memberi senyum agar hatinya juga tersenyum
    Menghapus air matanya agar tak menggenang apalagi menetes

    Dan….
    Satu prinsip dalam kehidupanku
    ‘mencintai tak harus memiliki’
    Mencintai harus tulus
    Mencintai berarti bisa tersenyum saat orang yang kita cintai tersenyum
    Mencintai berarti bisa menerima keadaan apapun orang yang di cintainya
    Dan mencintai tak boleh memaksa agar orang yang di cinta untuk mencintai aku

    Dan…
    Aku hanya akan menyimpan rasa cintaku pada teguh disudut terdalam dalam hatiku
    Akan kubiarkan teguh mencari makna bagi kehidupannya
    Akna kubiarkan dia mencintai siapapun juga dalam hidupnya
    Dan aku hanya ingin melihat senyum manisnya ketika bertemu
    Menggerakkan pipinya
    Meronakan pipinya
    Hingga begitu manis kupandang

    Kembali kuusap pipinya pelan
    Jika saat ini aku boleh meminta….aku tak ingin berpisah darinya
    Aku ingin terus bersamanya
    Menikamati hari-hari indah bersamanya

    Tiba-tiba telapak tanganku dipegangnya erat
    Aku sedikit kaget
    Dia bangun….
    Di tariknya pelan lenganku ke dadanya
    Di peluknya begitu erat
    Aku hanya diam

    Terus dipeluk dengan erat lenganku di dadanya
    Seolah dia butuh penguatan untuk hari-hari ke depannya
    Kembali kukecup pipinya
    Dia terdiam
    “I lov u guh” bisikku pelan
    Dan yang kini kurasakan, lenganku semakin erat di peluknya
    Kurasakan degub jantungnya cepat
    Dan kembali kukecup bibirnya
    Sambil berbisik…”I lov u guh’…
    Dan kulihat dia tersenyum manis
    Tapi aku tak paham apa makna dari senyuman itu

    SELESAI
  • bi_ngungbi_ngung ✭✭ Silver
    mas aji @seno : kantor cabang magelang hadir
    tarik kantor cabang semarang @claudy @Dhika_smg , kantor cabang jogja @michell @yuzz @DItyadrew2 @Silverrain
      Choose the right direction in your life  
  • sexehhsexehh ✭✭ Silver
    edited March 2013
    jadi @bi_ngung knapa bsa ketarik kesini.,

    dengan ini saya menyatakan, tidak bertanggung jawab atas semua kekacauan (baca: oot) yang akan terjadi disini hahaha

    sign35_zps7ede911d.gif
  • SilverrainSilverrain ✭✭✭ Gold
    Thanks buat tante @bi_ngung
    #betulinbeha
    Panggil ketua representatif Kantor Cabang Utama Yogya @yuzz
    Cit cit~~~
  • CortanaCortana ✭✭✭✭✭ Diamond
    apa sih say ? @bi_ngung
    Find Your Happiness Inside You.
    tumblr_nm0gbbOxGs1tmjt2ko3_500.gif
    。◕‿◕。
  • Tau mas @seno dr forum sebelah.. Biasa'a aq dan @dundileo masuk forum sebelah cm tuk ngebaca karya dr mas seno cm itu..
    baru bbrapa hari ini baru bs buka Bf lg, g tau'a ada mas seno... Seneng euiii...
  • tyo_arytyo_ary ✭ Bronze
    aku dah mampir di warung sebelah semalem, wat nyari crita mas seno, dan ternyata banyak org jogja, pordjo, magelang dan sekitarny yg ngumpul
«13
Sign In or Register to comment.