BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!

Jika ada pelanggaran Aturan Pakai, klik di "Laporkan" pada pesan tsb.



Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

Mas Agus

edited June 2012 in BoyzStories
Hari ini, hari pertama aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah rumah yang berada di komplek dekat rumah ku

Sulit menjelaskan perasaan ku antara senang dan berdebar, soal nya aku belum pernah bekerja sebelum nya, maklum lah saat ini status ku masih sebagai seorang pelajar di sebuah SMP swasta di daerah Ciledug, Tangerang, duduk di kelas dua, kemiskinan orang tua ku lah yang memaksa ku untuk mencari penghasilan tambahan, lumayan untuk tambah tambah uang transport sehari hari

[b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
«13

Komentar

  • karena sekarang aku tinggal di jakarta selatan, untuk sampai di sekolah aku harus naik dua kali kendaraan

    Akhir nya sampai juga aku di rumah calon majikan ku, rumah yang sangat besar untuk ukuran ku

    Tak lama setelah memencet bel yang ada di pagar, keluar lah seorang bapak bapak, kira kira berumur 30 an, aku pernah mendengar cerita tentang bapak ini dari tetangga ku, yang menawari pekerjaan ini

    Ia terlihat sangat mengemaskan di mata ku, dengan ramah dia menyapa ku

    "Angga ya" kata nya sambil tersenyum

    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
  • sandy.buruansandy.buruan ✭ Bronze
    ''bukan pak...saya sandy'' sahutku
  • revian97revian97 ✭ Bronze
    edited June 2012
    hohoho.....Bikin ceritra lagi semoga gax keteteran ya Ka..... LaNJuT
  • "Iya pak" jawab ku, sambil mencuri curi pandang ke wajah nya

    "Ayo Angga masuk" kata nya lagi

    "Iya pak" aku kemudian masuk ke dalam halaman rumah tersebut

    Pak Agus kemudian menutup pintu pagar

    "Ayo ikut saya" ia berjalan mendahului ku, masuk melalui pintu samping, lewat garasi mobil, di situ aku lihat sebuah sedan mewah buatan jerman dan sebuah mobil mobil keluarga buatan jepang

    Ia mengajak ku ke ruang tamu

    "Silahkan duduk dulu, mau minum apa, panas apa dingin ? tanya pak Agus pada ku

    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
  • touchtouch ✭✭ Silver
    yang anget aj pak, tp yg bs bikin panas dingin... :-P
    [i]Closets are for clothes.[/i]
  • "Apa saja boleh pak" kata ku, aku masih belum berani melihat wajah nya

    "Tunggu sebentar ya" kemudian ia meninggalkan ku sendiri

    Aku menghela nafas panjang, gila ganteng banget hidung mancung, kelimis abis, kulit nya putih terawat, badan nya kekar, dan bulu kaki serta tangan nya itu lebat, aku bayangin rambut yang lain pasti lebih lebat

    Haduw, kenapa pikiran ku jadi ngeres begini, aku pandang sekeliling ruangan, sebuah lukisan besar berhadapan dengan pintu masuk utama, sofa empuk berwarna kream
    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
  • Di pojokan ruangan terdapat pajangan guci kuno, seperti nya nga matcing banget dengan ruangan, kesan nya maksa'in banget

    Tanpa aku sadari pak agus sudah berdiri di samping ku

    "Loh kok melamun ?" aku terkejut, mendapati ia sudah di dekat ku, kemudian meletakan nampan berisi segelas sirup dingin, satu cangkir kopi susu dan sepiring kue coklat

    "Enga apa apa pak" kata ku sambil tersipu malu

    "Ayo di minum air nya" ia lalu duduk di sofa yang panjang di depan ku

    "Ia pak, maaf jadi merepotkan bapak"

    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
  • "Nga apa apa" kata nya, sambil bersandar lalu mengangkat kaki kanan nya dan meletakan nya di atas paha kiri nya

    Ampun paha nya yang putih dan di penuhi bulu membuat aku semakin pusing

    "Angga benar mau kerja di sini sebagai pembantu rumah tangga" tanya pak Agus

    "Iya pak"

    "Sudah pernah kerja, sebelum nya"

    "Belum pak" kata ku pasrah, nga bakalan di terima nih, kata ku dalam hati "Tapi kemarin saya pernah bantu bantu di rumah saudara"

    "Oh, di sana ngapain aja"

    "Bantuin bersih bersih rumah dan gosok"

    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
  • "Coba sini" kata nya, menyuruh aku duduk di sebelah nya, lalu ia menurunkan kaki kanan nya

    Aku segera pindah ke tempat yang di maksud pak Agus

    "Coba sini bapak lihat tangan nya"

    Sambil menyamping menghadap nya aku memberikan tangan kanan ku kepada nya

    Ya ampun jari jemari ku di remas nya pelan, telapak tangan nya mengelus elus pergelangan tangan ku

    "Halus sekali tangan mu" kata nya dengan pelan

    Aku hanya bisa merinding, panas dingin karena sentuhan itu

    Kemudian ia melepaskan tangan ku

    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
  • "Kalau kamu benar benar mau bekerja di sini, kamu harus mengikuti semua perkataan bapak, nga boleh membantah, mau nga ?

    "Iya pak, saya mau
    Tanpa berfikir lagi, aku segera menjawab pertanyaan nya"

    "Kamu bisa menginap kan di sini kan ?" tanya pak Agus lagi

    "Bisa pak"

    "Nah sekarang minum air nya dulu kue nya juga di makan, bapak mau kedalam sebentar"

    "Iya pak" aku segera meminum air sirup yang ada di atas meja, sambil mencicipi kue coklat, jarang jarang bisa makan kue se'enak ini, kata ku dalam hati

    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
  • Pak Agus kemudian muncul kembali, gimana enak kue nya

    "Enak pak" kata ku malu malu

    "Jelas dong, itu kan bapak yang buat" kata nya lagi

    "Oh ini bapak yang buat" kata ku takjub "Hebat ya bapak, sudah ganteng bisa bikin kue lagi" Ups aku keceplosan

    "Apa tadi kamu bilang" kata pak Agus, aku lihat wajah nya merona merah

    "Nga pak, tadi saya bilang pak Agus hebat bisa bikin kue enak" kata ku

    "Oh, begitu ya" ia masih tersenyum "yuk kita makan, bapak belum sarapan nih" kata nya

    "Tapi pak saya su..."
    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
  • Dhika_smgDhika_smg ✭✭ Silver
    Saya sudah nafsu sama badan bapak - hahahahaha
  • Belum selesai kalimat ku sudah di potong oleh pak Agus

    "Inget, tadi kata nya mau nurutin kata kata saya, ayo makan, tuh lihat badan kamu kurus begitu, nanti mana kuat kerja"

    "Iya pak" kata ku pasrah, kemudian aku berjalan ke arah nya, tangan kiri nya langsung merangkul punggung ku

    "Ya ampun kamu kurus banget sih jadi anak cowo, emang setiap hari makan berapa kali"

    "Dua kali pak" jawab ku polos

    "Ampun, pantes aja" kata nya sambil berjalan menuju meja makan

    Wow, meja makan nya sudah di tata rapi
    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
  • dan di penuhi berbagai macam lauk, dari ikan, ayam dan daging sapi, juga buah buahan

    "Kok malah bengong, ayo duduk" kata pak Agus

    "Iya pak, memang ada siapa lagi di rumah bapak ?" tanya ku heran melihat banyak nya makanan yang di hidangkan

    "Nga ada siapa siapa, hanya bapak dan kamu" jawab nya sambil menyendok nasi, sedikit sekali ia mengambil nasi

    "Tapi makanan nya banyak banget pak, kaya orang hajatan" kata ku dengan polos nya

    "Ah kamu bisa aja, sengaja bapak masak, kan kamu mau datang" kata nya

    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
  • "Ayo ambil nasi nya" kata pak Agus"

    "iya pak" aku mengambil nasi secukup nya

    "Ya ampun, dikit banget nasi nya, ayo tambah lagi, jangan ikutin bapak, bapak memang nga boleh makan nasi banyak banyak, soal nya bapak ada penyakit"

    "iya pak" aku kemudian menambah nasi ku

    "Nah gitu dong, jangan malu malu sama bapak"

    "iya pak" setelah mengambil lauk, sayur dan sambal, aku mulai menikmati makanan di piring ku, wow, masakan nya enak banget, apa karena aku jarang makan makanan enak, nga tau deh...

    [b][color=green]Doa dan harapan telah terucap dan waktu terus berjalan.....
    Bila segala hal yang terjadi bukan seperti yang di diinginkan, itulah kenyataan.
«13
Sign In or Register to comment.