BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!



Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

Best Of

  • Re: Penggerebegan tempat GYM

    Kasihan? Oh please.
    Homo-homo beginian yang membuat orang makin beranggapan negatif kepada kita yang jelas-jelas sudah minoritas, di tengah-tengah drama agama sekarang pula.
    Selamat menuai apa-apa yang sudah ditanam.
  • My Love Story

    Kenalin inisial ane S stay di malang, ini adalah cerita ane dengan pacar ane yang sudah jalan 3 tahun. Cerita ini nyata apa adanya tanpa ada yang ditambah-tambah wkwk.
    Cerita ini dimulai ketika SMA, why? karena waktu SMA ane baru sadar kalau ane have different sexual orientation. Seperti anak-anak SMA pada umumnya aktif menggunakan FB, btw ane line '95 so yeah di jaman itu aktif banget makai FB, awalnya sih penasaran karena waktu itu pengen punya banyak teman FB ane add banyak orang gak dikenal, suatu saat entah gimana ane nge add pacar ane sekarang ini si B, anaknya putih pakai kacamata dan berkumis tipis stay di JaTim, awalnya ane cuma suka stalking-stalking aja di FB nya and yeah gak ada yang mencurigakan, akhirnya gak ada interaksi sama sekali, hanya terbatas dengan like status dan foto saja *yang sayangnya berjalan satu arah saja HAHA*. Tiga tahun berlalu dan akhirnya ane diterima di Universitas negeri di Malang, fyi ane bukan dari jawa asalnya so yeah akhirnya mulai berani nerima keadaan diri, walaupun masih punya pacar cewek waktu itu.. Cerita di kuliah bermula waktu adanya ospek universitas, you know somehow i didn't know why we could be together like this, doi keterima di universitas yang sama dan fakultas yang sama!!!, awalnya ane cuma ngeliat status-status dari FB dan Twitter doi, sampe akhirnya ane beraniin ngemessage dia di FB tentang bagaimana ospek Fakultas itu harus dikerjakan, doi ngebales dengan santai dan percakapan putus disitu saja. Beberapa bulan kemudian kita bertemu di sebuah forum mahasiswa dan saat itu doi minta difotokan sama teman-temannya *yeah cuma sebatas itu aja interaksinya* sampai suatu saat ane bertemu dia di seleksi member paduan suara fakultas, waktu itu ane udah jadi member tetap dan doi masih belum keterima walau dua kali mencoba ahahha, di saat itu ane beraniin diri buat jadi interviewernya dan ane melihat dari dekat serta berbicara dengannya untuk pertama kalinya. God why this man is so cute, ane gak bisa nahan senyum selama interview, fyi ane gak pernah ngapain-ngapain di dunia ini sebelum jadian sama doi ya pokoknya first love lah sama cowok ahah. Ane beraniin intens chat sama dia dengan topik berbeda-beda hingga suatu saat dia sendiri nanya ke ane apakah ane suka dia, and you know waktu itu ane deg-degan setengah mati, dia satu-satunya orang yang ane bakal kasih tau tentang jati diri ane, dan ane bilang iya serta minta maaf ke dia. Terkadang keberanianlah yang membawa ke tali kasih, doi juga suka sama ane, dari cerita doi ternyata dia sejak kuliah cari tau tentang ane juga, kebetulan doi ternyata sudah pernah pacaran sama cowok dulu and i'm a newbie ahahha. Hubungan kami manis pedas asam gurih, bumbunya banyak banget mulai dari doi selingkuh dan anehnya ane selalu yakin bahwa doi bisa berubah and foilaa alhamdulillah right now he is a new person, ane selalu yakin bahwa cinta selalu balik ke tempatnya yang dibutuhkan adalah kesabaran, mungkin karena dia cinta pertama ane di dunia gini tapi kalau ane pikir hidup itu perlu pengorbanan dan kita harus terus berjuang. Sekarang ane udah lulus duluan di semester 7 dan doi masih ngelanjutin penelitiannya ahahah, kami sudah dua tahun tinggal satu kos, berjuang bareng...
    Kalau ditanya apa orang-orang tau? kami discreet banget sih, ada beberapa teman yang jahil bercanda menanyakan tapi mereka anggap itu canda doang, ortu kami berdua sudah kenal sama masing-masing, syukurnya sih dekat hubungan kami sama ortu pasangan walaupun mereka menganggapnya sahabat karib. Entah sampai kapan kaya gini, yang penting kami bahagia dan cukup dengan apa yang ada...teman-teman ceritain pengalamannya dong hehe..
    Maaf ya guys kalau capek bacanya maklum pemula bikin thread,
  • Re: Untitled

    22/05/2017

    Hi, how am i today? Dunno, it seems i lack of sleep tonight. My eyes keep burning.
    So, apa yang ingin aku tulis hari ini ada hubungannya dengan apa itu sahabat. Well, mungkin hal ini akan jauh berbeda dengan pendapat orang lain tentang apa itu yang disebut dengan pertemanan. Yup, tiap orang pasti punya pandangan dan pendapat yang berbeda dalam tiap2 hal. Yah bisa kita lihat pada pilkada baru2 ini, sampai pada tingkat kecil misal bubur diaduk atau tidak maupun soto dipisah dengan nasi atau dicampur.

    Kembali lagi terhadap apasih itu pertemanan di mata saya. Dimulai sejak kecil, teman adalah yah simply pal to play. Teman main bareng bercanda, dan yeah just like that. Tapi, it keeps changing sejalan dengan umur saya bertambah. Mungkin disisi ini saya harus bersyukur karena dalam umur saya yg masih kecil itu saya sudah merasakan "despair" iy, umur 6 tahun kelas 2 SD (karena saya sekolah kecepetan). Saya berfikir dan sadar akan ketidak adilan, pengkhianatan, dan kelicikan orang. Mungkin sebenarnya saya diberikan sebuah personality yang benar2 baik, terlalu positif malah. Tapi kepositifan ini yang mungkin membuat terjadinya konflik internal antara saya dan saya sendiri. Bagaimana tidak kepositifan saya berbanding terbalik dengan kekejaman dunia. Sehingga sering terjadi konflik internal yang mungkin menjadi salah satu depresi yang mungkin akan saya ceritakan lagi nanti.

    Alright back to topic tentang pertemanan. Saya dulu selalu berfikir hmm, lebih tepatnya tidak berfikir apa2 tentang apa arti teman. Namun, kelamaan saya sadar. Mereka datang karena ada maunya, saya sadar ketika jauh dari ujian atau seminggu sebelum ujian mereka pasti habis2an mempermainkan saya, baik itu topi, maupun ketika olahraga dijadikan sasaran tembak atau yang lain. Tapi, ketika sudah dekat ujian entah mengapa, kita bermain seperti anak2 bahagia lainnya. Hal ini terus terjadi sampai smp. Dimana hal itu terus berulang. Salah satu hal ini pun yang menyebabkan saya menjadi kurang percaya terhadap seseorang. Atau istilah kerennya adalah distrust issue. Saat SMA saya mulai muak, saya memilih untuk menjadi orang jahat. Apalagi setelah satu kejadian yang benar2 mengahncurkan mimpi saya. Well thanks to my teacher that i'll tell that later for different part. Saya menjadi publik enemy tepatnya saat mulai ips. Meski hanya dalam internal kelas, bukan satu sekolahan. Saya, berbeda dengan anak2 yang merasa bahwa masa sma adalah masa yabg paling bahagia. Menurut saya, masa sma adalah part of my dirty memories. Saya menjadi bermulut setan, dengan mudahnya mengatakan seorang tolol dan goblok pada pelajaran2 yang tidak mereka kuasai. Temanku saat itu? Ada dikit sekali haha.. Malah dari jurusan lain yang malah akrab sampai saat ini.

    Melihat masa SMA saya yang sangat jelek. pada waktu kuliah, saya berusaha memperbaiki semuanya. Yeah, mungkin saat kuliah s1 adalah rise time saya. Saya menemukan teman2 yang luar biasa, meskipun pada prosesnya saya benar2 belajar. Ada orang yang berteman sedikit dan menganggap kita very valueable ada yang nemplok pindah-pindah, ada yang nyari teman yang cakep2, ada nyari temen yang asik2 dan nyari temen yang pinter2. Wow, i'm so cupu yeah baru tau hal2 itu dr kuliah. Jujur saya bertemu dengan teman2 yang luar biasa. Saya pun menemukan orang2 yang mampu menghargai saya dan saya mampu menghargai mereka. Well kita masih sering berkomunikasi sampai sekarang. Meskipun hanya sedikit2 lewat media sosial, saya melakukannya kemereka so does mereka ke saya. Itulah teman, iya, saya mengakui kalau mungkin saya memang tipe orang yang meminta timbal balik saat berteman. Saya, pernah membantu kamu, dan saya harap kamu akan membantu saya ketika saya meminta tolong kepada kamu. Wow, apakah saya tidak ikhlas?. Terserah anda mau bilang apa tetapi nyatanya saya hampir tidak meminta imbalan apapun.

    Well, sedangkan sahabat adalah orang2 yang melakukan hal diatas, tapi. Dalam satu tingkat kedekatan saya dan dia harus saling mengingatkan jika saja saya atau dia saling melakukan kesalahan maka wajib kita memberi nasehat. Dengan cara apapun kita memberi nasehat. Sahabat juga ada disaat kesusahan, maupun kegembiraan. Tapi, saat aku berpindah dari tempat rantau satu ke tempat yang lain. Dan kita berpisah sahabat itu akan diuji. Akankah kita tetap berkomunikasi atau sudah cukup sampai disini.

    Akan saya bawa cerita dimana saya berfikir bahwasanya mungkin kita menganggap seseorang itu sahabat kita, tapi dia belum tentu berfikiran bahwasanya kita bukan sahabatnya. Atau mungkin lebih tepatnya saya memiliki standar yang beda dengan dia dalam mengartikan apa itu sahabat. Panggil saja dia L. Dia, si L ini adalah satu2nya sahabat PLU saya (was?). Both of us look normal bahkan tidak berfikiran kalau mungkin kita berdua adalah gay. Well, dengan alasan berkenalan karena game dan ketemu saat main game disalah satu wifi spot. Everyone believe that. Dengan dialah aku bisa menceritakan segalanya apalagi yang berhubungan dengan aku yang menyukai seseorang. Begitu juga dia. Well not gay, both of us biseks buti haha lol. Dia berbeda dengan saya dapat dikatakan cakep. Kalau melihat grindr atau hornet. Perbandingannya adalah hutan hujan tropis dan gurun sahara. Aplikasi saya seperti gurun sahara. Bukan karena saya yang tidak berani memasang foto asli. Jujur, gaya bahasa dia asik, dan orang mana yang tidak bahagia chatting dengan dia. Sedangkan saya? Mungkin nanti bakal ada ceritanya. Cara bercanda dia kasar, saya pun juga. Namun, yang tidak saya suka dari dia adalah sifat telat dan sifat dia yang menjelek2kan saya di depan orang. Dia sering bilang pada semua orang bahwa saya gampang baper, padahal ketika saya baru cerita tentang satu orang. Biasanya dia sudah cerita suka dengan 3-4 orang yang berbeda. Tapi saya malas berdebat, maka dari itu saya sering diam.

    One day, tiba2 teman saya ini ke kosan dengan alasan urgen dan bingung dia mengaku kena penyakit menular. The one which is the most dangerous dan incurable untuk saat ini. Pada saat itu aku takut tertular. Tapi dengan berbagai riset aku jika tidak melakukan apa2 dengan dia ya tidak akan tertular. Sering kali dia bilang akan bertobat tapi hanya dimulut saja. Setelah 1 bulan dia udah mulai kenalan dengan aplikasi2nya. Meski katanya hanya sebatas kenalan, tidak ada seks2 an. Aku tidak tau itu benar atau salah, aku hanya percaya saja. Kasarnya aku selalu ada ketika dia butuh uang karena kebetulan aku bekerja dan sudah lulus kuliah. Menjadi pendengar setia bahkan rela diajak chat ketika dia ada masalah. Tapi satu tahun yang lalu aku memutuskan untuk merantau jauh dari dia. Dengan janji dia yang akan membayar hutangnya. Saya berangkat pergi. Disini saya memilih keputusan yang salah sehingga masalah menumpuk dan aku bingung cerita kesiapa. Ya, aku curhat kedia. Tapi apa? Dia malah menyalahkan keputusan saya, bilang saya lemah, baper, segalanya dipikirkan. Jujur, saya jarang sekali mau bercerita. Setelah itu saya berhenti curhat dan dia balik curhat kepada saya. Otak positif saya pun berkata mungkin dia lagi ada masalah. Hal ini berlangsung berkali2. Hingga pada puncaknya saya benar2 butuh uang dan meminta dia mengembalikan hutangnya. Dia bilang akan diusahakan 2 minggu lagi. Tapi apa yang dia lakukan? Bukannya membayar hutang dia malah beli kaset ps4 well you know the price yang bahkan harganya 2x hutang dia kesaya. Sayapun memutuskan untuk cerita terakhir kalinya, tapi bukannya menjawab, dia malah cerita masalahnya lagi. Well saya bukan mesin pendengar saya bilang kedia pun berkali2 kalau saya juga butuh curhat sepertinya tidak dianggap. Saya memutuskan sudah, daripada makan hati, ya sudah seadanya saja saya ke dia. I lost my trust apalagi ada beberapa hal yang membuat saya benar2 menyeleksi apa itu teman disini.

    Last thing to say, semakin kita dewasa maka akan semakin sukit membedakan mana kawan kita. Semakin kita jauh merantau akan terlihat, mana yang benar2 kawan kita apakah dia stay atau pergi. Kata sahabat nggak akan seenteng waktu kita mengucapkannya. Kata sahabat akan lebih berat pada pembuktiannya. Bagai membuat tali sepatu yang sempurna jika satu tangan menarik tidak sama kuat maka bentuk kupu2 tidak akan sama2 besar. Begitu juga persahabatan. Jika menarik satu sisi terlalu kuat akan berat sebelah bahkan lepas.
  • Untitled

    This thread is one of place that i wish to be able to cope for my depression.
    I advice you to close this thread quick :)

    21/05/2017
    Sejak sekian lama akhirnya aku berani memberanikan diri untuk bertemu seseorang yang kukenal lewat aplikasi.
    Bukan karena apa, tapi orang ini percaya aku orang baik dan aku pun juga.
    Pada tanggal, 20/05/2017 aku bertemu dengan dia.
    Dikenalkan lah pula aku dengan sahabat ceweknya yang memang tulus juga.
    Obrolanku dengan teman perempuannya itu menohokku dengan sangat kuat.
    Ketika aku pulang, ya, hari inj 21/05/2017.
    Percakapan kemarin sepertinya memang berhasil mebuatku sedikit berfikir.
    Apakah aku ingin mencari pasangan hanya ingin lari dari rasa sepi? Apakah aku siap mencintai? Apakah aku siap untuk berbagi? Apakah aku mau berkorban untuk orang lain?..
    Haha lucu, aku tidak siap.. Aku tidak siap menjalin ini dengan perempuan manapun.
    Aku iri dengan teman2ku yang dengan percaya diri menggandeng perempuan dan bergandengan tangan. Tertawa manis, dengan dunia yang ceria penuh warna.
    sedangkan aku? Meringis, teriris.
    Aku yang sedari dulu lemah, kecil, rapuh, pendek.. Tidak tahu mengapa, mungkin melihat ketidak berdayaanku aku dibully habis2an.. Diganggu, dipermainkan.
    Aku salah? Iya.
    Dimana? Aku melawan? Tidak
    Aku tidak meminta bantuan? Tidak
    Aku menunggu seseorang yang sadar? Iya.
    Lemah. Mungkin memang aku lemah.
    Pengecut. Iya, karena melawan pun aku tidak.
    Karena aku tidak berani untuk berkata, maupun melawan,
    meski aku lelaki, yang kata mereka aku harus bisa semua. Hingga suatu hari aku dibantu oleh seorang laki2.. Dia menganggapku adik, tapi aku yang pertama kali diberi perhatian lebih pun akhirnya jatuh hati.
    Tapi masih saja aku tolak rasa yang dianggap masyarakat hina, nista, kotor dan dosa.
    Iya aku tersiksa..
    Mengetahui keberadaan manusia lain yang keberadaannya kurang lebih sama, aku menganggap gay pun kesepian
    Oh aku salah, mereka tidak kesepian. Hanya aku, lagi-lagi aku merasa kesepian ini makin mendalam, menggerogoti, mengurungku dalam kotak gelap tanpa cahaya. Maupun lampu
    Aku pun mencoba untuk ikut dan terjun masuk.
    Namun, Iya aku menyesal.
    4 tahun aku terjun, aku tidak menemukan apapun.
    Hanya seks dan fun yang mereka tawarkan padaku. Tapi
    Apakah dengan seks dan fun hatiku yang kosong ini akan mampu terisi? Tanyaku.
    Tentu saja tidak kata hatiku yang lain..
    Ku buka aplikasi dan menawarkan pertemanan. Wajahku yang biasa saja hanya diterima 1/10 orang.
    Tapi aku juga merasa berdosa karena tidak menerima pertemanan dari orang yang bukan tipeku.
    Serves me right. Aku ditolak karena aku menolak, iya itu karma.
    Tapi lucunya aku percaya dan masih percaya.
    Aku berusaha lepas tapi tidak bisa.
    Aku terbayang pelukan lelaki yang meskipun sementara tapi rasa hangat didada itu benar2 menyamankan hati.
    I feel safe, protected.
    Will i feel that again? Dunno hehe..
  • Re: gay web series

    ohiya, series ini buat kita ketergantungan. gw kebayang wayo mulu nih -,-. ga sabar nunggu episode selanjutnya!! akhirnya pengganti sotus ada juga :')
  • Re: Untitled

    @banaaaaanaaaa : mohon maaf kalau sekiranya thread saya mengganggu
    @Llybophi : silahkan
    @lulu_75 : sama2 kak lulu