BoyzForum! BoyzForum! - forum gay Indonesia www.boyzforum.com

Selamat Datang!

Belum jadi anggota? Untuk bergabung, klik saja salah satu tombol ini!



Pendaftaran member baru diterima lewat Facebook , Twitter, atau Google+!
Anggota yang baru mendaftar, mohon klik disini.

Best Of

  • Re: Friend Zone

    #6 MENGAIS INFORMASI

    Sejauh ini kehidupanku masih datar - datar aja. Belum ada kejadian - jadian yang heboh atau menggemparkan. Hubunganku sama Arsha makin membaik. Aku bahkan sudah biasa ke kantin bareng Arsha, kadang berdua atau bareng teman - temannya. Aku juga sudah konsultasi ke Ica dan Jimmy, soal rencana selanjutnya dan mereka bilang itu semua terserah padaku.
    Aku belum berani main terang - terangan PDKT sama Arsha. Belum. Aku pengen mengulur waktuku sebentar. Entahlah, nggak tahu kenapa aku pengen banget untuk lebih tahu soal Arsha dan siapa dia sebenarnya.

    "Kamu mau pesen apa?"tanya Arsha padaku. Kali ini kita makan di kantin cum berdua saja.

    "Hmmm, apa, ya?"gumamku pelan."kalo kamu pesen apa, Sha?"tanyaku balik.

    "Bakso. Kamu mau bakso juga?"tanyanya padaku.

    "Boleh, deh. Pake telur, Sha"kataku pada Arsha.

    "Telurnya berapa? Dua? Pake sosis, nggak?"tanyanya dengan wajah jahil. Aku sedikit kaget karna Arsha menjadikan 'sosis telur' sebagai lelucon. Pikiran mesumku langsung bereaksi mendengar leluconnya. Aku mencoba tertawa menimpali dia.

    "Dasar ngaco"kataku sewot. Kenapa lelucon yang sama bisa di ungkapkan dua orang yang berbeda?
    "Aku nggak ngaco, kok. Kamu aja yang terlalu serius"lalu dia memesankan pesenan kami.
    Aku menyeruput es tehku. Arsha datang dengan dua buah mangkok di tangannya.
    "Thanks"kataku. Lalu kita berdua makan sambil ngobrol dan bercanda.
    "Lusa kamu ada acara, nggak?"tanya Arsha padaku.

    "Nggak ada. Emang kenapa?"tanyaku balik.

    "Temenin aku beli kado buat ulang tahun temenku, ya? Aku males kalo ke mall sendirian"katanya sambil menyeruput es tehnya. Aku mengunyah baksoku pelan. Kado ulang tahun?

    "kado buat temen cewek kamu?"tanyaku dengan nada sarkastik. Aku cepat - cepat mengalihkan wajahku. Apa - apaan, sih reaksiku itu?

    "Nggak. Dia teman cowokku, kok"kata Arsha dengan nada rendah. Sumpah, jawaban Arsha benar - benar bikin aku merasa bersalah. Aku ini kenapa, sih? Aku akhirnya memandang dia dan berusaha sebisa mungkin bersikap sewajarnya.

    "Ooh.. emang rencananya kamu mau beli apa?"tanyaku akhirnya.

    "Aku pernah janji mau beliin dia jam tangan. Tapi aku nggak pinter milih jam tangan yang bagus"katanya terkekeh. Untuk sejenak aku bisa merasa lega. Entahlah perasaan apa yang kurasakan tadi. Mungkin itu cuma perasaan tidak terimaku semata. Atau rasa iri karna ingin diperhatikan juga sama Arsha?

    "Nanti aku bantu kamu, deh. Asal dapet jatah konsumsi aja lho, entar"kataku jahil. Arsha tertawa kecil.

    "Nggak masalah! Masalah konsumsi bisa diatur"katanya riang. Aku cuma tersenyum simpul. Tanpa kamu traktir pun aku ikhlas nganterin kamu!

    Setelah selesai makan, aku dan Arsha memutuskan buat balik ke kelas. Dia bilang mau jemput aku di rumah. Hah, rasanya seneng banget! Aku masih menatap langkah kaki Arsha yang panjang menyusuri halaman. Lalu tiba - tiba tubuhku melemas. Darahku tercekat di tenggorokan. Rasanya semua rasa senangku menguap begitu saja.
    Aku melihat Arsha.
    Sedang memeluk seorang cewek!
  • Re: Friend Zone

    #3 HAPPY BIRTHDAY MARIO

    Di kelas saat jam istirahat..
    "Entar kita beli kado apa, ya buat si Mario?"tanyaku pada Jimmy yang sedang sibuk chating dengan seorang cewek.
    "Nggak tau. Aku belum kepikiran apa - apa"sahutnya singkat.
    "Hmm, gimana kalo hadiahnya jam tangan? Bagus, nggak?"tanyaku lagi.
    Jimmy mengacuhkanku dan lebih serius pada iphonenya.
    "Garing banget, Jim"celetukku sebal.
    "Eh, kenapa?"
    "Udah lewat. Nggak bisa di replay"
    "Jangan terlalu di pusingin. Kita kan rencananya mau clubing, jadi nggak perlu lah, beli - beli kado segala. Pokoknya entar kamu siapin diri aja buat entar malam"kata Jimmy dan aku mengangguk setuju.

    Pelajaran terakhir sudah berakhir. Aku mencangklong tasku dan segera keluar kelas bersama murid - murid yang lain. Aku dan Jimmy berjalan menuju parkiran sekolah. Saat di jalan aku berpapasan dengan seorang laki - laki jangkung dengan wajah tirus yang sudah tak asing lagi buatku.
    "ARSHA!"sapaku sambil melambaikan tangan.
    "Eh, Alfa"katanya sambil menghampiriku. "Udah mau pulang?"
    "Iya, nih. Kamu sendiri?"
    "Aku mau mampir ke toko buku dulu. Besok jadi, kan aku jemput kamu?"
    "Jadi, dong"kataku semangat. Aku hampir saja lupa kalo besok punya janji futsal sama Arsha.
    "Berapa nomor hape kamu? Entar biar gampang kamu sms aku alamat rumahmu"
    "Oh, iya. 087862275121"
    Arsha mengetik nomorku di hapenya dan dia juga memberi tahuku nomor hapenya. Baru dua hari kenalan sudah bisa boncengan bareng plus dikasih nomor hape. Dan perlu dicatat, ini bukan aku yang minta. Tapi DIA YANG MINTA! Apa mungkin ini sebuah petunjuk? Petunjuk bahwa aku akan berhasil mendapatkan Arsha?
    "Oke, sampai ketemu besok, Fa"kata Arsha berlalu pergi.
    "Hati - hati di jalan, Sha"balasku dan Arsha mengacungkan jempolnya.
    "Kamu lihat itu? Argh... dia care banget denganku"kataku pada Jimmy. Tidak ada yang menanggapi pertanyaanku. Dia tak berusaha menjawab dan terus berjalan melewatiku.
    "Dasar kampret!"umpatku sambil mengejar Jimmy yang berjalan cepat.

  • Re: Please Delete This Thread

    iuss menulis: »
    Privasi itu foto, identitas, alamat rumah, nama2 keluarga, pekerjaan, alamat kantor dan lain2nya.

    Semuanya bisa disamarkan.

    Bagaimana dia bisa ketauan anak, terus seperti apa anaknya sekarang ini, atau apa kek.
    Biar semuanya gambang permasalahannya.
    Jadi ntar yang ngasih saran juga paham betul situasinya.

    Mungkin seperti itu.

    gabisa, kak. kalo misal cerita ketahuannya karena si anak ngeliat bapaknya lagi jalan sama TS di suatu mall, takutnya puluhan ribu member BF bakal siaga di seluruh mall penjuru kota di Indonesia trus nanyain dua orang lelaki yang jalan bersamaan dengan pertanyaan "kamu yang bikin thread di BF, ya, yang tentang ketahuan anak?"

    ato kalo ketahuannga gegara Grindr dsb, takutnya nanti puluhan ribu member BF bakal ngechat semua profil yang mereka temui dan menyakan hal di atas.

    trus soal kondisi anaknya sekarang ini yang nggak bisa dijelasin, takutnya nanti puluhan ribu member BF bakalan masuk ke kampus ato sekolah-sekolah dan menanyai seluruh yang ada di sana tentang kondisi bapaknya.

    begitu sekiranya kenapa detilnya nggak bisa dijelasin.